Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bukti Terbaru Nenek Moyang Afrika Ternyata Orang Kalimantan
    Insight News

    Bukti Terbaru Nenek Moyang Afrika Ternyata Orang Kalimantan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 Desember 2023Updated:1 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Masyarakat Afrika disebut masih punya hubungan dengan penduduk purba di Kalimantan. Temuan itu berasal dari lukisan gua yang berada di Madagaskar.

    David Burnery, profesor Paleobiology di University of Hawaii, bagian dari ekspedisi peneliti Gua Andriamamelo di bagian barat Madagaskar, menceritakan soal hubungan tersebut. Bukan hanya Kalimantan, terungkap pula penduduk Afrika memiliki hubungan budaya dengan Mesir.

    “Seni gambar pertama [di pulau Madagaskar], melukiskan alam dengan sosok menyerupai manusia dan hewan. Sebelumnya, seni yang ditemukan di batu di Madagaskar hanya berupa simbol-simbol dasar,” katanya dalam tulisan berjudul Madagascar cave art hints at ancient connections between Africa and Asia di The Conversation, Jumat (29/12/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dalam lukisan yang sama, terdapat gambar menyerupai huruf H. Gambar tersebut ditemukan tergambar berulang-ulang.

    Burney mengatakan simbol itu mirip dengan huruf ‘hawt’ (ሐ) yang berasal dari abjad Amharaic Ethiopia. Huruf itu dilafalkan sebagai ‘ha’.

    Dalam rumpun bahasa Austonesia yakni ditemukan pada Madagaskar bagian barat hingga Rapa Nui di Pasifik bagian timur, kata tersebut mewakili konsep ‘napas kehidupan’.

    Simbol yang sama ditemukan di sebuah gua di Kalimantan dan tidak ditemukan di wilayah lain di Indo-Pasifik. Di dalam gua terdapat lukisan yang berusia sekitar 2.000 tahun.

    Huruf itu, disebut Burney, sebagai bagian dari unsur Asia dan Afrika pada bahasa penduduk. Selain juga budaya Madagaskar yang disebut Malagasy.

    Sebelumnya, para peneliti pra-sejarah menyimpulkan budaya Malagasy berasal dari Kalimantan. Namun dengan pengaruh bagian timur Afrika.

    Tetapi hipotesis itu belum memiliki cukup fakta kapan penduduk pertama Malagasy tiba di Madagaskar. Lukisan di Andriamamelo dapat menjadi acuan karena tidak ada gambar peradaban yang lebih baru berasal dari budaya budaya Kristen, Muslim, bahkan Hindu.

    Lukisan di gua tersebut juga tidak menampilkan simbol zebu, namun hewan yang telah punah selama ratusan tahun seperti penyu raksasa, burung gajah, hingga kungkang lemur raksasa. Simbol zebu menggambarkan binatang ternak Madagaskar selama ribuan tahun.

    Gambaran hewan yang punah itu bisa jadi bukti kedatangan penghuni Madgaskar, karena sulitnya melakukan pengukuran berdasarkan teknik penanggalan karbon. Menurut tim peneliti dan Burney, usia lukisannya mencapai 2.000 tahun.


    Artikel Selanjutnya


    Penampakan Makam Imam Besar, Terkubur 3.000 Tahun di Peru

    (npb)


    Insight for you Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.