Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»BMKG Warning Hujan Lebat Malam Tahun Baru 2024, Cek Lokasinya
    Insight News

    BMKG Warning Hujan Lebat Malam Tahun Baru 2024, Cek Lokasinya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa31 Desember 2023Updated:31 Desember 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – BMKG memprediksi beberapa wilayah di Indonesia akan mengalami cuaca ekstrem pada Malam Tahun Baru 2024. Selama periode 31 Desember 2023 hingga 2 Januari 2024 mendatang, hujan sedang-lebat diramal akan melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Lampung, Bangka Belitung, Jambi, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Papua Barat, dan Papua.

    “Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem seperti angin puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, hujan es, dan sebagainya. Dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin selama periode tersebut,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, dalam keterangan pers yang diterima CNBC Indonesia, Minggu (31/12/2023).

    Selanjutnya, pada periode 3-6 Januari 2024, ada beberapa wilayah yang akan mengalami hujan sedang-lebat. Antara lain Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Lampung, Bangka Belitung, Jambi, Sumatrea Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Penyebab Cuaca Ekstrem Malam Tahun Baru 2024

    Dwikorita mengatakan cuaca ekstrem di beberapa wilayah Indonesia sejak 31 Desember 2023 hingga 6 Januari 2024 dipicu fenomena dinamika atmosfer. Terjadi aktivitas Monsun Asia Musim Dingin yang diasosiasikan dengan musim angin baratan.

    Fenomena itu turut diperkuat dengan adanya aktifitas Madden Jullian Oscillation (MJO). Kondisi itu, kata Dwikorita, berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.

    Dwikorita mengingatkan masyarakat senantiasa mengikuti perkembangan cuaca. Sebab, kondisi cuaca sangat dinamis dan dapat berubah dengan cepat. Khusus kepada pemudik maupun wisatawan yang tengah berlibur, Dwikorita berpesan agar selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan.

    “Periksa ramalan cuaca sebelum melakukan perjalanan dan pastikan kendaraan dalam kondisi prima. Selalu berhati-hati saat berkendara, terutama saat hujan lebat dan angin kencang,” kata dia.

    Deputi Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan per Dasarian II Desember 2023, sebanyak 52% wilayah Indonesia telah masuk musim hujan. Hal tersebut berdasarkan jumlah ZOM (Zona Musim).

    Wilayah yang tengah mengalami musim hujan di Desember ini meliputi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung bagian barat, sebagian Banten, sebagian besar Jawa Barat, DKI Jakarta, sebagian besar Jawa Tengah, sebagian Jawa Timur, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi Utara, sebagian Sulawesi Tengah, sebagian Sulawesi Barat, sebagian Sulawesi Selatan, sebagian Maluku Utara, Papua Barat dan sebagian Papua.

    Puncak musim hujan sebagian besar wilayah Sumatera, Kalimantan Barat, dan Kalimantan utara antara November 2023-Januari 2024. Sementara itu, wilayah Sumatera Selatan bagian Selatan, Lampung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Pulau Jawa, puncak musim hujan akan terjadi sepanjang Januari-Maret 2024.

    Prakiraan Curah Hujan Dasarian III Desember 2023 sampai Dasarian II Januari 2024 di wilayah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan didominasi kriteria rendah-tinggi.

    “Mengingat Bulan Januari dan Februari di sebagian besar wilayah Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur memasuki Puncak Musim Hujan, sehingga indikasi pertumbuhan awan hujan menjadi sangat tinggi peluangnya, maka masyarakat diminta menghindari zona rawan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, dan banjir bandang pada saat dan beberapa saat setelah hujan. Selain itu, juga diharapkan untuk terus menjaga lingkungan utk mengurangi risiko terjadinya bencana hidrometeorologi,” ia memaparkan.

    BMKG meminta masyarakat agar selalu monitor perkembangan informasi cuaca melalui Aplikasi Mobile Phone INFO BMKG, serta berbagai kanal informasi cuaca BMKG di sosial media, YouTube, Website ataupun Call Center 196.

    Demikian informasi ramalan cuaca ekstrem pada Malam Tahun Baru hingga awal 2024 mendatang. Semoga membantu!

    (fab/fab)


    High Technology Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.