Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»BAKTI Kominfo Siapkan Satelit Raksasa Kedua RI, Ini Fungsinya
    Insight News

    BAKTI Kominfo Siapkan Satelit Raksasa Kedua RI, Ini Fungsinya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa31 Desember 2023Updated:31 Desember 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Proyek satelit raksasa Indonesia yang dinamai ‘SATRIA-1’ sudah mulai beroperasi untuk mengalirkan internet ke wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Presiden Joko Widodo meresmikannya bersamaan dengan pengoperasian BTS 4G di Desa Bowombaru, Talaud, Sulawesi Utara, pada Kamis (28/12) pekan ini.

    SATRIA-1 difokuskan untuk sarana umum di pelosok RI. Antara lain di sektor pendidikan, kesehatan, pertahanan, dan sebagainya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Satelit tersebut memiliki kapasitas 150Gbps yang disebar ke 37.000 titik di Indonesia. Artinya, satu titik akan menghasilkan kecepatan internet 3-5Mbps.

    Kecepatan itu dinilai masih kurang untuk menyokong kebutuhan internet di Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengatakan, hasil kajian menyebut kebutuhan di Tanah Air adalah 1Tbps.

    Untuk itu, pemerintah melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo menyiapkan SATRIA-2. Dirut BAKTI Kominfo Fadhilah Mathar mengatakan sudah ada beberapa investor yang berminat menggarap proyek ini.

    “SATRIA-2 mekanismenya melalui pinjaman luar negeri. Sekarang masih menunggu persetujuan Bappenas,” kata dia di sela-sela acara peresmian pengoperasian BTS 4G dan SATRIA-1 di Talaud.

    Hal serupa diungkap Budi Arie yang ditemui terpisah di Bandara Soetta, Jakarta. Ia mengatakan sudah banyak investor luar negeri yang tertarik. Namun, saat ini ia hanya bisa menyebut asal negaranya.

    “Prancis, Inggris, Amerika, China. Nanti kita lihat mana yang paling murah dan bagus, itu yang kita pakai,” ia menuturkan.

    Fokus SATRIA-2 nantinya adalah menggenjot kapasitas internet yang kini sudah disediakan SATRIA-1. Menurut Budi Arie, teknologi satelit sangat cocok untuk mengalirkan internet di daerah pelosok RI yang sulit dibangun infrastruktur kabel.

    “Sama kayak SATRIA-1, SATRIA-2 ini untuk memperkuat akses konektivitas. Teknologi SATRIA cocok untuk 3T. Kan nggak mungkin kita tarik kabel di beberapa daerah,” ia menjelaskan.

    Sebagai informasi, BAKTI Kominfo telah menyelesaikan proyek BTS 4G di 4.990 titik hingga Desember 2023. Proyek ini sempat terhambat gara-gara kasus korupsi yang menjerat mantan Menkominfo Johnny G Plate dan mantan Dirut BAKTI Kominfo Anang Achmad Latif.

    Masih ada 628 BTS 4G yang akan diselesaikan pengerjaannya hingga semester-1 2024. Adapun BTS tersebut terletak di area kahar (force majeur) di pedalaman Papua.

    Fadhilah mengatakan pembangunan di pedalaman Papua memang menantang karena tantangan geografis dan segelintir kelompok masyarakat. Pembangunan di sana juga memakan biaya yang lebih mahal ketimbang di area lain.

    “Tetapi itu bukan suatu halangan. Kami selalu berkomitmen bahwa ketika suatu desa memenuhi kriteria USO, kami tetap datang ke sana sembari mempertimbangkan keselamatan tim kami,” ia menjelaskan.



    Artikel Selanjutnya


    Korupsi BTS Bikin Bos Bakti Kominfo Puyeng, Begini Katanya

    (fab/fab)


    Hitech for better life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.