Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Internet di Pedalaman Masih Lelet, Ini Kata Bos BAKTI Kominfo
    Insight News

    Internet di Pedalaman Masih Lelet, Ini Kata Bos BAKTI Kominfo

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 Desember 2023Updated:29 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Talaud, Dexpert.co.id – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi atau Bakti Kominfo sudah menyelesaikan 4.990 BTS 4G di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Semuanya sudah beroperasi penuh per Desember 2023.

    Terbaru, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pengoperasian BTS 4G di Desa Bowombaru, Talaud, Sulawesi Utara, pada hari ini, Kamis (28/12/2023).

    Menara BTS setinggi 42 meter tersebut memiliki bandwidth sebesar 25 Mbps untuk transmisi ke BTS lain dengan antena microwave. Sementara itu, bandwidth untuk masyarakat sebesar 8 Mbps.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dirut Bakti Kominfo Fadhilah Mathar mengakui bahwa masih ada beberapa daerah yang BTS 4G-nya belum punya kecepatan hingga 25 Mbps. Menurut dia, ini disebabkan kontur negara kepulauan yang tidak tersambung secara teresterial.

    “Di desa Bowombaru ini kami bisa pakai antena microwave sehingga transmisinya lebih besar. Sementara kalau di daerah lain ada yang cuma bisa pakai teknologi VSAT. Kapasitasnya tentu tidak sebaik yang dibangun di terresterial,” kata dia kepada CNBC Indonesia, Kamis (28/13/2023).

    VSAT merupakan stasiun penerima sinyal yang dipancarkan dari satelit. Misalnya saja proyek Satria-1 yang memiliki kapasitas 150 Gbps yang dibagikan ke 37 ribu titik. Artinya, per titik kapasitasnya hanya sekitar 5 Mbps.

    “Kebutuhan masyarakat sekarang di sini 25 Mbps, ketika sekolah sangat aktif akan meningkat kebutuhan bandwidth-nya. Kita di Jabodetabek juga kadang ngeluh kan internet lemot kalau trafik penggunaannya lagi tinggi.”

    Kendati demikian, Fadhilah mengatakan  Kominfo berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas internet di daerah 3T. Ia mengatakan tahun depan akan dilakukan perbaikan dan peningkatan kapasitas.

    “Begitu ada kapasitas yang tersedia, kami akan mulai meningkatkan bandwidth untuk semua lokasi BTS, terutama yang VSAT,” ia menuturkan.

    Saat ini, kata dia, yang terpenting hampir semua titik sudah dibangun infrastrukturnya. Jadi, penambahan kapasitas akan lebih mudah.

    Masih ada 628 BTS yang belum dibangun di area kahar (force majeur) di pedalaman Papua. Sebab, wilayah tersebut merupakan zona merah yang pembangunan infrastrukturnya lebih menantang ketimbang daerah lain.

    “Yang paling susah sebenarnya untuk pembangunan awal. Setelahnya, penambahan kapasitas relatif lebih mudah,” ia menjelaskan.

    Namun, Fadhilah menjelaskan di area kahar akan terus diupayakan pembangunannya, selama masih masuk kategori wilayah USO (Universal Service Obligation).

    Untuk menjaga keamanan, Bakti Kominfo bekerja sama dengan TNI. Selain itu, ada kemungkinan implementasi teknologi lain yang lebih visible.


    Artikel Selanjutnya


    Korupsi BTS 4G, Eks-Menkominfo Dituntut Penjara 15 Tahun

    (dem/dem)


    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.