Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Sama-sama Buat Gelar Internet, Ini Beda BTS BAKTI dan Satria
    Insight News

    Sama-sama Buat Gelar Internet, Ini Beda BTS BAKTI dan Satria

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 Desember 2023Updated:28 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Untuk pemerataan internet di seluruh pelosok Indonesia, pemerintah menyiapkan Base Transceiver Station (BTS) dan Satelit Satria-1. Keduanya akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Kamis siang ini (28/12/2023) di Desa Bowombaru Utara, Kecamatan Melonguane Timur, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

    BTS 4G BAKTI dan Satria-1 memiliki perbedaan yang mendasar, yakni terkait cakupan wilayahnya.

    BTS yang akan diresmikan berada di 4.988 lokasi 3T. Pembangunannya dilakukan sejak tahun 2020 dan dibagi dalam dua tahap.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Tahap pertama pada 2020 terbangun 1.682 lokasi. Berikutnya tahun 2021 terdapat 5.618 lokasi dengan dua fase pembangunan yakni fase 1 sebanyak 4.112 lokasi dan fase kedua 1.506 lokasi.

    Sementara Satria-1 diluncurkan paa 19 Juni 2023 di Cape Canaveral 2023. Satelit itu menempati orbit 146 derajat Bujur Timur atau berada di atas Papua.

    Kapasitas Satelit mencapai 150 Gbps dan menjadi yang terbesar di Asia. Satria-1 akan melayani akses internet di lebih banyak wilayah, yakni pada 37 ribu titik.

    “Pengoperasian SATRIA-1 diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menopang layanan akses internet 37 ribu titik dengan kecepatan hingga sekitar 5 Mbps,” jelas Direktur Utama Bakti Fadhilah Mathar dalam keterangan resminya dikutip Kamis (28/12/2023).

    Dalam kesempatan berbeda, Ketua Bidang Infrastruktur Telematika Nasional Mastel, Sigit Puspito Wigati Jarot menjelaskan soal perbedaan BTS dan Satelit. BTS dibutuhkan lebih banyak karena menjangkau lokasi tertentu saja.

    Sementara itu satelit, dalam hal ini Satria-1, bisa menjangkau satu wilayah yang lebih luas. Namun dengan catatan kebutuhan masyarakat telah tercukupi.

    Dia juga menambahkan negara sebesar Indonesia harus menggabungkan beberapa teknologi untuk memperluas jaringan internet. “Di kota dengan fixed broadband, kota lebih besar fixed dengan mobile, fixed wireless access ada seluler. Ada yang lebih susah jadi dengan pendekatan satelit,” kata Sigit.



    Artikel Selanjutnya


    Jaksa Agung Tegas, Pembangunan BTS 4G Kominfo Dilanjutkan


    Innovation Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.