Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Sisa-sisa Roket akan Hantam Laut China Selatan
    Insight News

    Sisa-sisa Roket akan Hantam Laut China Selatan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa26 Desember 2023Updated:26 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – China memperingatkan bahwa sisa-sisa roket akan menghantam wilayah di Laut Cina Selatan (LCS), Selasa (26/12/2023). Ini terjadi setelah peluncuran keenam roket luar angkasanya sebelas hari lalu.

    Puing-puing roket, yang umumnya terbakar di atmosfer saat masuk kembali, diperkirakan akan jatuh di lepas pantai provinsi pulau Hainan, antara pukul 11:00 hingga tengah hari waktu setempat. Informasi tersebut disampaikan Administrasi Keamanan Maritim China.

    China meluncurkan roket Long March 5 pada 15 Desember dari lokasi peluncuran Wenchang di Hainan, peluncuran keenam jenis roket tersebut sejak penerbangan pertamanya pada tahun 2016. Varian roket tersebut, Long March 5B, sebelumnya digunakan untuk meluncurkan wahana penjelajahan Beijing ke Mars dan juga modul stasiun luar angkasanya.

    Peluncuran Long March 5B pada tahun 2021 menimbulkan kekhawatiran khusus karena spekulasi mengenai titik di mana sisa-sisanya akan mendarat. Pada tahun 2020, puing-puing Long March 5B jatuh di Pantai Gading, merusak beberapa bangunan.

    Misi Long March 5 awal bulan ini berhasil meluncurkan apa yang digambarkan oleh media pemerintah China sebagai “satelit penginderaan jauh optik orbit tinggi”. Roket yang kuat biasanya digunakan untuk meluncurkan muatan yang sangat besar.

    “Satelit ini akan digunakan dalam survei lahan, penilaian hasil panen, pengelolaan lingkungan, peringatan dan prakiraan meteorologi, serta pencegahan dan bantuan bencana,” kata kantor berita resmi Xinhua.

    Xinhua juga melaporkan pada saat peluncuran bahwa jarak muatan di atas roket adalah 18,5 meter. Ini jauh lebih panjang dari biasanya 12,267 meter yang mengindikasikan “satelit” yang luar biasa besar. Tidak ada gambar satelit yang dirilis ke publik.

    Muatan yang tidak biasa ini telah memicu dugaan bahwa itu adalah satelit dengan ketinggian tinggi yang akan berada di atas Bumi pada lokasi tetap. Sehingga memungkinkannya untuk terus menerus mengintip ke wilayah tertentu dari tempat bertenggernya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT



    Artikel Selanjutnya


    Daftar 10 Negara Terluas di Dunia, Indonesia Nomor Berapa?

    (Sumber: CNBC.com )


    Hitech for better life Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.