Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»AI Bikin Pemilu 2024 Kacau Balau, Ini Kata Pakar
    Insight News

    AI Bikin Pemilu 2024 Kacau Balau, Ini Kata Pakar

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa26 Desember 2023Updated:26 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Artificial Intelligence (AI) jadi momok menakutkan bagi negara yang akan menyelenggarakan pemilu. Termasuk di Amerika Serikat (AS) yang akan melakukan pemilihan presiden tahun depan, hingga Indonesia pada 14 Februari 2024.

    Nathan Lambert yang merupakan peneliti machine learning di Allen Institute for AI menyebut pemilu AS akan kacau karena teknologi canggih itu. Dia merujuk pada penggunaan tools AI seperti ChatGPT dan Dall-E dalam membuat konten pemilu.

    “Hal ini akan menjadi kekacauan besar. Apakah orang mengaitkan penggunaan tersebut dengan kampanye, pelaku kejahatan atau perusahaan seperti OpenAI, ” kata Lambert, dikutip dari Venture Beat, Selasa (26/12/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Di sisi lain, politik bakal memperlambat upaya meregulasi AI. Di AS, khususnya, Lambert mengatakan aturan soal AI tak akan bisa dibuat tahun depan karena adanya pemilu.

    Dia menambahkan masyarakat dapat melihat posisi para kandidat terkait AI di masa depan. Termasuk bagaimana teknologi itu disalahgunakan dan ditangani.

    “Saya pikir pemilu AS akan jadi faktor penentu terbesar dalam narasi melihat posisi apa yang yang diambil oleh kandidat dan bagaimana orang menyalahgunakan produk AI dan bagaimana atribusi diberikan dan cara media menanganinya,” kata Lambert.

    Jelang pemilu AS tahun depan, penggunaan AI memang telah banyak menunjukkan tanda bahaya. misalnya gambar dan audio Donald Trump versi AI. Di Indonesia, tersebar video Presiden Joko Widodo (Jokowi) pidato dalam bahasa Mandarin.

    Ketakutan adanya bencana yang dihasilkan AI juga dirasakan oleh banyak masyarakat. Ini terlihat dari jajak pendapat dari The Associated Press-NORC Center for Public Affairs Research dan University of Chicago Harris School of Public Policy.

    Survei itu mengatakan 6 dari 10 orang dewasa (58%) mengungkapkan tools AI bakal meningkatkan penyebaran informasi yang salah dan menyesatkan saat pemilu nanti.



    Artikel Selanjutnya


    Lemhannas: Pemilu RI Jadi ‘Kelinci Percobaan’ TikTok Hingga X

    (npb/npb)


    Smart your life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.