Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Badai Matahari Hantam Bumi Akhir 2023, Begini Dampaknya
    Insight News

    Badai Matahari Hantam Bumi Akhir 2023, Begini Dampaknya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa21 Desember 2023Updated:25 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Ilmuwan memprediksi badai Matahari dahsyat kemungkinan menyambangi Bumi dalam waktu dekat.

    Ini berawal dari teleskop milik NASA yang menangkap solar flare atau kobaran api matahari terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Saat solar flare terjadi beberapa hari yang lalu, komunikasi radio di beberapa bagian Bumi terhenti.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Para ilmuwan di Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional (National Oceanic and Atmospheric Administration/NOAA) mengatakan ledakan yang terjadi adalah yang terbesar sejak tahun 2017. Semburan radionya bahkan terdeteksi sangat luas hingga memengaruhi frekuensi yang lebih tinggi.

    “Kombinasi tersebut menghasilkan salah satu peristiwa radio matahari terbesar yang pernah tercatat,” kata Shawn Dahl dari Pusat Prediksi Cuaca Luar Angkasa NOAA, dilansir dari NBC, Kamis (21/12/2023).

    Menurut pusat prakiraan cuaca luar angkasa AS, saat peristiwa ini terjadi beberapa pilot melaporkan gangguan komunikasi yang dampaknya terasa di seluruh negeri.

    Para ilmuwan sekarang memantau wilayah bintik matahari dan menganalisis kemungkinan ledakan plasma dari matahari, atau juga dikenal sebagai massa koronal yang dapat mengarah ke Bumi.

    Jika hal tersebut terjadi, bisa mengakibatkan badai Matahari dahsyat menimpa Bumi, yang dapat mengganggu sinyal radio frekuensi dan memicu cahaya utara atau aurora.

    Dikutip dari laman Meteoagent, badai matahari level tinggi akan terjadi pada Jumat (22/12/2023) besok. Selanjutnya, pada 23-24 Desember, badai matahari berada di level medium. Lalu hingga 31 Desember, badai matahari dikatakan akan berada pada level rendah. 

    Matahari memang mendekati puncak siklus matahari selama 11 tahun atau lebih. Aktivitas bintik matahari maksimum diperkirakan terjadi pada tahun 2025.

    “Hal ini dapat mengakibatkan badai geomagnetik dapat mengganggu sinyal radio frekuensi tinggi di lintang yang lebih tinggi dan memicu cahaya utara, atau aurora, dalam beberapa hari mendatang,” kata Dahl.

    Letusan terjadi di bagian paling barat laut Matahari. Solar Dynamics Observatory milik NASA menangkap aksi tersebut dalam sinar ultraviolet ekstrim, dan merekam gelombang energi yang kuat sebagai kilatan cahaya yang sangat besar dan terang.

    Diluncurkan pada tahun 2010, pesawat ruang angkasa ini berada pada orbit yang sangat tinggi mengelilingi Bumi, di mana ia terus memantau matahari.


    Artikel Selanjutnya


    BMKG Sebut 7 Daerah Indonesia Terancam Panas Kering Mendidih

    (fab/fab)


    High Technology Hitech for better life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.