Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Sah! WHO Restui Vaksin Covid-19 Covaxin Buatan India
    Insight News

    Sah! WHO Restui Vaksin Covid-19 Covaxin Buatan India

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 November 2021Updated:4 November 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Vaksin Covid-19 asal India, Covaxin mendapatkan emergency use listing (EUL) atau daftar penggunaan darurat dari WHO. Covaxin dikatakan sangat cocok digunakan untuk negara dengan penghasilan rendah dan menengah.

    Hal itu karena persyaratan penyimpanan Covaxin yang mudah, ungkap WHO dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu kemarin. Covaxin merupakan vaksin pertama yang dikembangkan dan diproduksi sepenuhnya di India untuk mendapat persetujuan WHO.

    Bulan lalu Strategic Advisory Group of Expert mengatakan vaksin tersebut memiliki efikasi sebanyak 78% setelah empat minggu seseorang mendapatkan dua dosis.

    “EUL ini memperluas ketersediaan vaksin, alat medis paling efektif yang dimiliki untuk mengakhiri pandemi,” kata asisten direktur jenderal WHO untuk akses obat-obatan dan produk kesehatan, Mariangela Simao, dikutip dari Aljazeera, Kamis (4/11/2021).

    “Namun kita harus tetap menekan untuk bisa memenuhi kebutuhan populasi, memberikan prioritas untuk kelompok berisiko yang masih menunggu dosis pertama, sebelum kita bisa mengumumkan kemenangan”.

    Sebelumnya, WHO telah memberikan penggunaan persetujuan darurat untuk vaksin yang dibuat oleh AstraZeneca dengan mitra Serum Institute of India, Pfizer-BioNTech, Moderna, Johnson and Johnson, Sinopharm serta Sinovac.

    Vaksin yang mendapat persetujuan WHO bisa digunakan untuk upaya Covax yang didukung PBB untuk mendistribusikan vaksin dan berbagi dosis dengan negara miskin di dunia.

    Dengan adanya EUL dari WHO ini berarti jutaan orang India yang mendapatkan Covaxin bisa bepergian ke luar negeri yang mengakui vaksin yang disahkan lembaga kesehatan itu. Beberapa diantaranya adalah Inggris, negara di Uni Eropa serta Kanada.

    Covaxin sendiri dikembangkan oleh perusahaan asal India, Bharat Biotech bermitra dengan Dewan Penelitian Medis India. Setelah mendapat persetujuan WHO, Bharat Biotech menyambut baik hal tersebut dan menambahkan menjadi ‘validasi standar keamanan dan kualitas internasional dari Covaxin’.

    Kelompok ahli dari WHO mengatakan tidak ada data yang cukup untuk keamanan dan kemanjuran bagi wanita hamil. Namun ada penelitian yang direncanakan untuk menjawab itu.

    Regulator obat di India sebelumnya telah mengizinkan penggunaan Covaxin pada Januari. Padahal saat itu pengujian ekstensif pada manusia belum selesai. Hal tersebut memunculkan kekhawatiran dari para ahli kesehatan jika vaksin diberikan sebelum waktunya.

    Pada Juli, Bharat Biotech menerbitkan hasil ujinya yang menunjukkan efikasi vaksin sebesar 93% bisa mencegah Covid-19 parah. Sementara itu Covaxin dapat melawan varian Delta sebesar 65%.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    High Technology Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.