Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Twitter Dinyatakan Bersalah Karena Tak Bayar Bonus Karyawan
    Insight News

    Twitter Dinyatakan Bersalah Karena Tak Bayar Bonus Karyawan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 Desember 2023Updated:24 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id -Hakim federal di Amerika Serikat menyatakan X (dahulu Twitter) terbukti bersalah karena tidak membayar bonus karyawannya. Tak tanggung-tanggung, perusahaan media sosial yang sekarang dimiliki Elon Musk itu dianggap tidak membayar bonus karyawan senilai jutaan dolar AS.

    Putusan pengadilan ini berawal dari gugatan yang diajukan mantan senior director of compensation Twitter Mark Schobinger yang keluar dari perusahaan itu pada Mei lalu. Satu bulan setelah resign, Mark menggugat Twitter yang dianggap melakukan pelanggaran kontrak kerja.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Schobinger dalam gugatannya menyebut pada tahun 2022, perusahaan menjanjikan pegawainya 50% bonus untuk target tahunan, namun tak pernah membayarkannya.

    Setelah menolak keberatan yang diajukan X, hakim distrik Amerika Serikat Vince Chhabria menilai tindakan perusahaan yang tidak membayarkan bonus Schobinger telah melanggar kontrak kerja yang diatur oleh hukum negara bagian California.

    “Ketika Schobinger sudah melakukan apa yang diminta Twitter, perusahaan menawarkan pembayaran bonus sebagaimana diatur dalam hukum negara bagian California. Dan ketika pembayaran bonus itu tidak dilaksanakan, maka Twitter telah melanggar kontrak,” tulis hakim dalam putusannya, seperti dikutip dari Reuters, Minggu, (24/12/2024).

    X saat ini tak lagi memiliki bagian humas. Reuters menulis akun resmi X juga tak memberikan respons di luar jam kerja.

    Sebelumnya, kuasa hukum Twitter menyebutkan bahwa janji bonus itu hanya disampaikan secara lisan sehingga tidak bisa dianggap sebagai kontrak. Mereka meminta hakim menerapkan hukum negara bagian Texas dalam perkara ini, seperti dikutip dari Courthouse News. Namun, hakim menolak keberatan Twitter itu dan menyatakan hukum negara bagian California yang berlaku dalam kasus ini.

    X diterpa berbagi gugatan dari mantan pegawai dan pimpinan perusahaan setelah Musk membeli perusahaan ini tahun lalu dan memecat lebih dari 50% bawahannya.

    Gugatan diajukan dengan berbagi tuduhan, seperti tindakan diskriminatif X terhadap pegawai tua, perempuan dan difabel, serta tidak memberikan pemberitahuan dalam pemecatan massal. Perusahaan menyanggah semua tuduhan itu.


    Artikel Selanjutnya


    Alasan Sebenarnya Elon Musk Bunuh Twitter Jadi X, Ga Nyangka

    (hsy/hsy)


    Insight for you Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.