Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Kasus Covid-19 di RI Mendadak Melonjak, Ini Penjelasan Menkes
    Inspiring You

    Kasus Covid-19 di RI Mendadak Melonjak, Ini Penjelasan Menkes

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman23 Desember 2023Updated:23 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) mengaku telah menemukan peningkatan jumlah kasus Covid-19 varian JN.1 di Indonesia. Disebutkan, jumlah Covid-19 varian JN.1 di Indonesia hingga 19 Desember 2023 telah mencapai 41 kasus.

    Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, kasus tersebut ditemukan berdasarkan hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) terhadap 77 sampel atau 43 persen dari 453 kasus konfirmasi COVID-19 pada sepanjang November hingga awal Desember 2023.

    “Hasil sequence kita terhadap JN.1 ini naik, tadinya hanya 1 persen di awal November menjadi 19 persen di minggu ketiga November. Kemudian di awal Desember ini sudah 43 persen,” kata Budi dalam keterangan resmi, Sabtu (23/12/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dia memaparkan, dari 41 kasus yang ditemukan, sebanyak lima kasus terkonfirmasi ditemukan pada 6-23 November 2023. Secara rinci, dua kasus ditemukan Jakarta Utara, satu kasus di Jakarta Selatan, satu kasus di Jakarta Timur, dan satu kasus di Batam.

    Sementara itu, 36 kasus lainnya ditemukan dari hasil sampel yang dilakukan pada 1-12 Desember 2023. Secara rinci, 29 kasus ditemukan di Jakarta Selatan, dua kasus di Jakarta Timur, dua kasus di Jakarta Utara, dan tiga kasus di Batam.

    Gejala

    Terkait gejala, Budi mengungkapkan, sekitar 39 persen pasien tidak mengalami gejala. Adapun, 14 persen pasien yang bergejala hanya mengalami gejala ringan, seperti batuk, pilek, dan sakit tenggorokan.

    Sementara itu, sejumlah pasien lainnya adalah penderita komorbid, seperti penyakit jantung koroner (PJK), diabetes melitus (DM), hipertensi, gangguan pernapasan berat atau acute respiratory distress syndrome (ARDS), dan gangguan imunologi.

    Secara keseluruhan, berdasarkan data Kemenkes pada hari ini, Sabtu (23/12/2023), total jumlah kasus Covid-19 yang terkonfirmasi adalah 373 pasien, 322 orang dengan kasus sembuh, dan dua orang meninggal dunia.

    Berkaitan dengan kenaikan jumlah kasus Covid-19. Menkes mengimbau agar masyarakat untuk kembali protokol kesehatan (prokes) dan segera melakukan vaksinasi di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) atau pos vaksinasi terdekat.

    Selain itu, Menkes Budi juga mengimbau seluruh masyarakat, terutama yang merasakan gejala seperti demam; batuk; dan pilek untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk diagnosis lebih lanjut.

    “Masyarakat kalau sudah ada gejala, sebaiknya segera tes untuk mengetahui apakah positif Covid-19 atau flu biasa. Kalau positif Covid-19 tapi tidak bergejala sebaiknya istirahat saja. Kalau bergejala bisa ke Puskesmas untuk mendapatkan obat,” tegas Budi.


    Artikel Selanjutnya


    Catat! Ini Aturan Penanggulangan Covid-19 di Masa Endemi

    (dce)


    Selalu Semangat Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.