Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Mahfud Serang Pinjol Ilegal, Bunga Tinggi Jebak Rakyat Kecil
    Insight News

    Mahfud Serang Pinjol Ilegal, Bunga Tinggi Jebak Rakyat Kecil

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa22 Desember 2023Updated:23 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Kasus pinjaman online atau pinjol jadi topik bahasan dalam debat capres cawapres 2024. Mahfud MD bercerita tentang dampak negatif pinjol yang membuat orang bisa membayar utang dengan bunga berkali-kali lipat, bahkan ada yang bunuh diri.

    Cawapres dari paslon nomor urut 3, Mahfud MD menyatakan bahwa pemerintah harus melindungi rakyat agar ekonomi digital tidak justru merugikan rakyat, terutama dalam kasus pinjol ilegal.

    “Ekonomi digital tidak bisa dihindarkan siapapun, oleh sebab itu kita tidak bisa menolaknya, tapi harus berhati-hati terjadi disrupsi luar bisa dalam perkembangan digital. Pinjol di mana rakyat jadi korban ekonomi digital,” kata Mahfud dalam debat cawapres di Jakarta Convention Center, Jumat (22/12/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Mahfud bercerita bahwa ia berpengalaman menangani sendiri kasus pinjol ilegal yang menjebak rakyat. “Pinjol sangat problematik, dia dibuat hukum perdata melalui gadget. Mau pinjam sekian [rakyat pilih] yes, bunga yes, kalau tidak bayar yes.”

    Dia menjelaskan jeratan itu membuat rakyat yang menjadi korban susah mencari keadilan karena kasusnya dinilai sebagai permasalahan perdata. OJK juga mengaku tidak bisa bertindak karena pinjaman tersebut diberikan oleh platform yang tidak terdaftar. Kasus pinjol ilegal padahal sangat membebani rakyat kecil, bahkan sampai ada yang bunuh diri.

    “Ada dari Semarang pinjam hanya Rp 500 ribu, kemudian utangnya jadi Rp 240 juta karena selalu tambah bunga, kemudian ada yang sampai bunuh diri,” kata Mahfud.

    Mahfud kemudian memutuskan untuk bertindak dan menggelar rapat bersama dengan seluruh pemangku kepentingan. “Berkali-kali saya panggil, kemudian saya undang dalam rapat bersama [dan diputuskan] itu tindak pidana harus ditangkap. Ditangkap 144 orang di hari itu juga.”


    Artikel Selanjutnya


    Judi Online Dikepung, Menkominfo Lanjut Incar Pinjol Ilegal

    (dem/dem)


    High Technology Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.