Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Mobil Tesla Pembawa Maut, Korbannya Sebanyak Ini
    Insight News

    Mobil Tesla Pembawa Maut, Korbannya Sebanyak Ini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa21 Desember 2023Updated:21 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Pengemudi mobil listrik Tesla mengalami kecelakaan paling tinggi di antara merek mobil lainnya sepanjang 2023. Setidaknya begitu menurut laporan terbaru dari LendingTree yang menganalisa 30 merek mobil.

    Peneliti mengambil data dari para pemilik mobil pribadi dan tidak memasukkan data kecelakaan yang dialami mobil sewaan, kata juru bicara LendingTree.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Sulit menjelaskan kenapa beberapa merek mobil memiliki tingkat kecelakaan lebih tinggi. Namun, ada indikasi bahwa beberapa tipe mobil memiliki risiko lebih tinggi ke pengemudi,” tertera dalam laporan LendingTree, dikutip dari CNBC International, Kamis (21/12/2023).

    Dari 41 kecelakaan per 1.000 kendaraan selama periode November 2022 hingga November 2023, pengemudi Tesla paling banyak jadi korban di Amerika Serikat (AS).

    Di bawahnya ada merek mobil Ram. Pengemudinya terlibat dalam 24 kecelakaan per 1.000 kendaraan. Selanjutnya ada Subaru, yang menghimpun 21 kecelakaan di setiap 1.000 kendaraan.

    Adapun merek-merek mobil yang pengemudinya sedikit mengalami kecelakaan adalah Pontiac, Mercury, dan Saturn.

    Laporan juga menunjukkan pengemudi BMW paling banyak terlibat dalam kasus mengendarai di bawah pengaruh obat-obatan terlarang atau alkohol.

    Laporan LendingTree dirilis beberapa saat setelah mobil Tesla ditarik dari pasaran. Hal tersebut berdampak pada 2 juta unit mobil Tesla yang terpaksa tak bisa diperjual-belikan.

    Perusahaan milik Elon Musk tersebut memang tengah mendai sorotan. Pasalnya, sistem autopilot yang digembar-gemborkan nyatanya mendatangkan maut.

    Ada beberapa kasus kecelakaan Tesla yang masih diproses. Keluarga korban menuduh sistem Tesla tak mumpuni, tetapi dipromosikan secara berlebihan.

    Musk sendiri sempat jadi bulan-bulanan karena mengiklankan kehebatan Tesla yang disebut lebih andal daripada sopir manusia usai terjadi kecelakaan pada salah satu pembelinya.


    Artikel Selanjutnya


    Alasan Sebenarnya Elon Musk Bunuh Twitter Jadi X, Ga Nyangka

    (fab/fab)


    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.