Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Strategi Kominfo Bangun Harta Karun Baru di Indonesia
    Insight News

    Strategi Kominfo Bangun Harta Karun Baru di Indonesia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 Desember 2023Updated:19 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Ketua Tim Pusat Data Nasional Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Agung Basuki mengatakan, pemerintah punya strategi untuk meningkatkan kualitas Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). 

    Caranya dengan mendayagunakan pusat data yang sudah ada, dengan standar tertentu, untuk bergabung dalam Pusat Data Nasional (PDN).

    Pemerintah melalui Kominfo saat ini tengah menyiapkan PDN yang rencananya akan diresmikan September 2024 di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Ia menjelaskan bahwa PDN merupakan ekosistem yang terdiri dari beberapa pusat data.

    “Kalau kita bicara pusat data adalah berbicara facility, di mana ada perangkat-perangkat yang ditempatkan di dalamnya. Nah, PDN itu merupakan gabungan dari fasilitas tersebut, sehingga membentuk suatu ekosistem,” ujarnya dalam Profit CNBC Indonesia segmen Tech A Look on Location, di Menara Bank Mega, Senin (18/12/2023).

    Layanan yang diberikan adalah mereka menggunakan teknologi yang bisa berbagi pakai. Jadi dalam satu satu ekosistem, seluruh instansi kementerian dan lembaga pemerintah daerah yang memiliki pelayanan publik dan membutuhkan untuk menyimpan aplikasi dan data bisa menggunakan layanan PDN.

    Adapun saat ini, tercatat total 2.700 data instansi kementerian dan lembaga yang ada di Indonesia.

    Dengan adanya PDN, data-data yang sudah ada akan jadi bagian dari ekosistem PDN. Namun dengan catatan, data yang dipilih adalah data yang sesuai dengan standar yang sudah ditentukan.

    “Jadi tentu saja pusat data existing yang akan jadi bagian ekosistem PDN ketika mereka memenuhi standar-standar tertentu,” kata Agung.

    “Itu strategi PDN untuk meningkatkan kualitas SPBE, dengan kita mendayagunakan pusat data existing yang juga cukup bagus,” imbuhnya.

    Dalam kesempatan yang sama CEO Indixindo Jogja Andi Yuniantoro menyebut, data yang kita miliki saat ini merupakan ‘emas baru’. Data merupakan ‘tambang baru’ jika diolah dengan baik.

    Artinya dengan pusat data yang nantinya sudah terkumpul, belum bisa disebut emas jika tidak benar-benar dikelola dengan baik.

    Adapun emas yang dimaksud di sini adalah informasi. Menurutnya, mengubah data menjadi informasi itu tidak main-main, selain teknologi juga dibutuhkan sumber daya manusia yang kompeten.

    “Satu infrastruktur udah oke, udah ngumpul di pusat data, tapi next levelnya adalah bagaimana kita memiliki SDM untuk bisa mengolah dan menganalisa data. Maka di situlah ada data scientist, data analis yang mengolah data menjadi informasi.” pungkasnya.


    Artikel Selanjutnya


    Banyak Manfaat! Ini Tujuan Utama Dibangunnya PDN

    (fab/fab)


    Hitech for better life Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.