Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»TikTok Dirombak Habis, Pengguna Ramai-Ramai Ngeluh
    Insight News

    TikTok Dirombak Habis, Pengguna Ramai-Ramai Ngeluh

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 Desember 2023Updated:18 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Secara perlahan, TikTok mulai berubah menjadi ‘YouTube mini’. Banyak penggunanya yang tak setuju platform itu beralih ke video berdurasi panjang.

    Saat diluncurkan, TikTok dikenal sebagai platform video pendek. Beberapa platform lain seperti YouTube, Facebook, dan Instagram, bahkan meluncurkan fitur khusus video berdurasi pendek dengan tampilan bergulir, karena terinspirasi dari popularitas TikTok

    Namun, TikTok malah berubah untuk mendorong penggunanya mengunggah video yang lebih panjang. Ini terlihat dari program Creator Fund yang ditutup.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    TikTok menetapkan kebijakan baru bagi kreator yang ingin kontennya dimonetisasi melalui fitur Creativity Program Beta.

    Program itu mewajibkan kreator mengunggah video lebih dari satu menit, dikutip dari CNN International, Senin (18/12/2023).

    Tak berhenti di sana, TikTok punya strategi jangka panjang untuk membuat platformnya menyediakan video berdurasi panjang. Secara bertahap, TikTok telah meningkatkan batas durasi dari 1 menit ke 3 menit, 5 menit, dan akhirnya 10 menit.

    Terbaru, TikTok dilaporkan tengah menguji unggahan berdurasi 15 menit. Namun pengujian itu tidak tersedia secara luas.

    Peralihan ini tak diterima semua orang. Salah satunya adalah Nicki Apostolou, seorang kreator TikTok dengan 150 ribu pengikut.

    “Saya rasa ada begitu banyak kreator di luar sana yang datang ke TikTok karena aplikasi ini memiliki ciri khas video berdurasi pendek. Sekarang TikTok ingin menjadi ‘Youtube mini’ dan saya merasa aplikasi ini tidak memikirkan para kreator yang datang karena konten berformat pendek,” jelasnya.

    Aly Tabizon, kreator lainnya, mengatakan ragu dengan perubahan TikTok. Dia juga menyatakan takut video durasi panjang akan lebih sering dilewati oleh banyak pengguna.

    Senada dengan itu, kreator TikTok yang dikenal sebagai laurawiththecurls, Laura Riegle, menyoroti video berdurasi panjang butuh sumber daya yang lebih banyak. Masalahnya, poin tersebut tak dimiliki semua orang.

    Waktu yang dibutuhkan membuat video panjang jauh lebih banyak. Ini akan menyulitkan bagi mereka yang punya banyak kegiatan selain membuat konten.

    “Konten berdurasi panjang lebih banyak memakan waktu dan membuat orang seperti saya kesulitan karena bekerja penuh waktu dan memiliki keluarga. Jadi, saya tidak punya banyak waktu luang,” ungkapnya.



    Artikel Selanjutnya


    Video: TikTok “Goyang” Semua Raksasa Teknologi Dunia

    (npb/npb)


    Smart your life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.