Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Jam ‘Kiamat’ Mendekati Titik Kehancuran Bumi, Ini Bahayanya..
    Insight News

    Jam ‘Kiamat’ Mendekati Titik Kehancuran Bumi, Ini Bahayanya..

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 November 2021Updated:3 November 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Sama seperti tahun lalu, Buletin of The Atomic Scientist (BAS) menetapkan Doomday Clock atau jam kiamat 100 detik sebelum tengah malam. Apa artinya itu?

    Doomsday Day Clock dibuat tahun 1947 yang didirikan oleh Albert Einstein dan mahasiswa dari Universitas Chicago. Dalam menentukan jam ini terlibat di dalamnya 13 pemenang Nobel.

    Jam itu merupakan simbol yang merepresentasikan sedekat apa kehancuran Bumi akibat manusia. Beberapa indikator penentu jam ‘kiamat’ adalah pengembangan nuklir, perubahan iklim hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence).

    Doomsday clock berhenti di 100 detik sebelum tengah malam diputuskan sejak tahun 2020. Dalam siaran persnya, BAS mengumumkan mereka membuat hal tersebut karena kondisi iklim yang berlaku, “disinformasi berbasis dunia maya”, dan risiko nuklir.

    Ketika itu mereka melihat beberapa pemimpin dunia telah merusak beberapa perjanjian dan negosiasi pengendalian senjata utama sehingga meningkatkan risiko kemungkinan perang nuklir.

    Hal ini menunjukkan ancaman nuklir telah meningkat karena pengembangan senjata nuklir di Korea Utara, dan runtuhnya kesepakatan nuklir AS dengan Iran.

    Para peneliti juga menyalahkan kelambanan dari pemerintah di seluruh dunia dalam memerangi perubahan iklim (climate change). Mereka juga mengingatkan disinformasi dan teori konspirasi memperburuk ancaman konflik nuklir dan darurat iklim.

    Pada tahun ini Doomsday clock berhenti di 100 detik sebelum tengah malam karena pandemi Covid-19 yang sempat mengalami lonjakan infeksi.

    “Pandemi mengungkapkan betapa tidak siap dan tidak maunya negara-negara dan sistem internasional untuk menangani keadaan darurat global secara benar,” ungkap BAS seperti dikutip dari Indiana Express, Selasa (2/11/2021).

    “Dalam masa krisis yang sebenarnya itu, para pemerintah terlalu sering melepaskan tanggung jawab, mengabaikan nasihat ilmuwan, tidak bekerja sama atau berkomunikasi secara efektif dan akibatnya gagal untuk melindungi kesehatan serta kesejahteraan warganya”.

    Jam paling lama dari tengah malam adalah tahun 1991 yakni 17 menit sebelum tengah malam. Ini terjadi saat Presiden Amerika Serikat (AS) George H.W Bush dan Presiden Uni Soviet Mikhail Gorbachev mengumumkan pengurangan pada persenjataan nuklir di negara masing-masing.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.