Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Penemuan Benteng Tertua Dunia Ubah Total Sejarah Manusia
    Insight News

    Penemuan Benteng Tertua Dunia Ubah Total Sejarah Manusia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa17 Desember 2023Updated:17 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Situs benteng tertua berhasil ditemukan di wilayah terpencil Siberia. Namun, bangunan diperkirakan berasal dari zaman manusia masih berburu, meramu, dan memancing.

    Penelitian terbaru dalam jurnal Antiquity mengungkapkan Amnya, benteng tersebut, dibangun 8.000 tahun lalu. Temuan ini berbeda dengan perkiraan sebelumnya karena pemukiman di sekitarnya cukup modern dibangun pada masa itu.

    Pemukiman itu memiliki pagar kayu, tepian sungai, dan juga parit. Tempat tersebut dianggap terlalu maju dibangun oleh pemburu. Jadi, para ahli memperkirakan usianya hanya beberapa ribu tahun saja.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Namun, kerangka itu mengabaikan inovasi pemburu-pengumpul di taiga Siberia 8.000 tahun lalu, termasuk konstruksi dari beberapa benteng tertua dunia,” kata para penulis penelitian, dikutip dari Newsweek, Minggu (17/12/2023).

    Penelitian di Amnya telah dilakukan pada 2019 oleh tim yang dipimpin dari Freie Universitat Berlin Jerman. Mereka mengumpulkan sampel untuk penanggalan radiokarbon dan memastikan usia bangunan.

    Temuan tim juga mengungkapkan manusia prasejarah di wilayah itu hidup jauh lebih canggih. Misalnya dengan menangkap ikan dan berburu binatang dengan tombak yang berujung tulang dan batu.

    Selain itu, mereka disebut menghias tembikar dengan sesuatu yang rumit. Tembikar itu untuk mengawetkan minyak ikan dan daging yang berlebih.

    “Lingkungan Siberia barat bagi kita terlihat agak keras dan tidak bersahabat, namun untuk kelompok pemburu dan pengumpul serta nelayan ini merupakan surga,” kata penulis penelitian, Ekaterina Dubovtseva.

    Temuan ini hampir sama dengan yang ada di beberapa tempat di dunia. Misalnya situs prasejarah Gobekli Tepe di Turki yang menunjukkan soal kelompok pemburu-pengumpul yang tidak selalu berkembang menjadi petani yang kompleks.



    Artikel Selanjutnya


    Janji Google Selamatkan Umat Manusia dari AI

    (npb/npb)


    High Technology Hitech for better life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.