Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Heboh Gempa Sukabumi Awal Gunung Salak Erupsi, Ini Kata Ahli
    Insight News

    Heboh Gempa Sukabumi Awal Gunung Salak Erupsi, Ini Kata Ahli

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Desember 2023Updated:17 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Ahli buka suara soal banyaknya isu gempa M 4,6 di Sukabumi pada Kamis (14/12/2023) kemarin dikaitkan dengan aktivitas tektonik Gunung Salak. Kabar tersebut menyebar dengan cepat di warganet.

    Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendra Gunawan membantah isu tersebut. Dia menegaskan tak ada kaitan antara gempa dengan aktivitas tektonik Gunung Salak.

    “Tidak ada [kaitannya], sampai saat ini di pos Gunung Salak tidak merekam gempa vulkanik,” kata Hendra, kepada CNN Indonesia, dikutip Jumat (15/12/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Beberapa hari lalu, Hendra juga mengungkapkan tidak ada peningkatan aktivitas vulkanik di Gunung Salak. Statusnya juga masih normal atau level 1.

    Aktivitas vulkanik memang sempat mengalami kenaikan usai gempa M 4,0 di barat daya Kota Bogor pada Jumat dini hari (8/12/2023). Saat itu gempa membuat adanya gempa tektonik lokal yang membuat peningkatan lebih dari empat kali gempa per hari selama 6-8 Desember 2023.

    Catatan PVMBG menunjukkan terdapat delapan gempa lokal pada 6 Desember 2023, lalu tujuh kali keesokan harinya, dan tujuh gempa lagi pada 8 Desember 2023. PVMBG juga melaporkan gempa tektonik jauh mendominasi di Gunung Salak sebanyak 31 kali dan gempa tektonik lokal 22 kali selama 1-9 Desember 2023.

    Kegempaan dilaporkan cenderung normal. Meski begitu PVMBG mengimbau masyarakat tetap waspada potensi erupsi di Gunung Salah.

    “Di musim hujan, tingkat kelembaban udara di sekitar kawah akan lebih tinggi, sehingga gas-gas vulkanik akan sulit terurai, yang menyebabkan konsentrasi gas-gasnya akan meningkat dan dapat membahayakan kehidupan,” jelasnya.


    Insight for you Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.