Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Aktor Friends Matthew Perry Mati Karena Ketamin, Apa Itu?
    Inspiring You

    Aktor Friends Matthew Perry Mati Karena Ketamin, Apa Itu?

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman16 Desember 2023Updated:16 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Aktor Matthew Perry meninggal karena “efek akut ketamin”, obat penenang yang kadang-kadang digunakan untuk mengobati depresi. Selain itu penyakit jantung merupakan faktor penyebab lainnya, menurut keternagan Kantor Pemeriksa Medis Los Angeles.

    Laporan otopsi koroner mencantumkan “efek buprenorfin”, obat yang digunakan untuk mengobati kecanduan oleh penggunaan opioid, sebagai faktor penyebab. Kematian Perry dinyatakan sebagai kecelakaan.

    Perry, 54, yang terkenal karena perannya sebagai Chandler Bing dalam sitkom televisi terkenal tahun 1990-an “Friends”, ditemukan tak bernyawa di jacuzzi rumahnya di Los Angeles pada 28 Oktober.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kematian Perry terjadi satu tahun setelah penerbitan memoarnya, “Friends, Lovers, and the Big Terrible Thing,” yang mencatat perjuangannya selama puluhan tahun melawan kecanduan obat penghilang rasa sakit dan alkohol, sebuah perjuangan yang menurutnya berkali-kali hampir saja mengakhiri hidupnya.

    Ketamine, obat anestesi jangka pendek dengan sifat halusinogen, digunakan untuk rekreasi terutama karena sifat “disosiatif”, menurut laporan pemeriksa medis pada Perry.

    “Metode pasti pemberian obat pada kasus Matthew Perry tidak diketahui,” kata laporan itu yang dilansir Reuters (16/12/2023), seraya menambahkan bahwa sejumlah kecil obat tersebut ditemukan di isi perutnya.

    Ketamin dalam sistem tubuh Perry kemungkinan merangsang detak jantungnya secara berlebihan sekaligus menekan pernapasannya, dan dia akan jatuh pingsan sebelum wajahnya tenggelam ke dalam air di bak mandi air panas, kata laporan itu.

    Perry dilaporkan telah menjalani terapi infus ketamin untuk depresi dan kecemasan, namun pengobatan terakhirnya yang diketahui adalah satu setengah minggu sebelum kematiannya, sehingga ketamin yang ditemukan dalam sistemnya oleh pemeriksa medis merupakan yang diinjeksi setelahnya, kata laporan itu.

    Ketamin dapat menyebabkan perasaan tenang dan rileks, menghilangkan rasa sakit, dan amnesia, menurut Badan Pengawasan Narkoba AS.

    Ketamin juga disebut sebagai “halusinogen anestesi disosiatif” karena membuat orang merasa terlepas dari rasa sakit dan lingkungannya, dapat disuntikkan, dicampur dengan cairan, dihirup sebagai bubuk, atau diisap, kata DEA.

    (fsd/fsd)


    Selalu Semangat Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.