Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Gagal Merger, Pemilik Induk XL Axiata Raup Rp 7,6 Triliun
    Insight News

    Gagal Merger, Pemilik Induk XL Axiata Raup Rp 7,6 Triliun

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 Desember 2023Updated:15 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNBC Indonesia – Pemegang saham perusahaan induk PT XL Axiata Tbk., Telenor, baru saja mengamankan sumber dana segar senilai US$ 490 juta (Rp 7,6 triliun) lewat penjualan bisnisnya di Pakistan.

    Reuters melaporkan bahwa Telenor mengumumkan penjualan Telenor Pakistan ke badan usaha milik negara Pakistan Telecommunication pada Kamis (14/12/2023) waktu setempat.

    Perusahaan asal Norwegia tersebut saat ini tengah melakukan restrukturisasi besar-besaran di Asia, termasuk aktivitas merger di Thailand dan Malaysia.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Di Malaysia, Telenor melakukan merger dengan Axiata. Digi milik Telenor bergabung dengan Celcom milik Axiata menjadi Celcom Digi. Telenor dan Axiata sama-sama menggenggam 33,1 persen saham di perusahan gabungan tersebut. Lewat penggabungan ini, Telenor sekaligus menjadi pemilik saham di induk XL yaitu Axiata.

    XL Axiata sendiri disebut-sebut dalam kabar rencana merger PT Smartfren Tbk. dengan operator lain. 

    “Kami mencoba melakukan merger di Pakistan, tetapi kami tidak berhasil melakukannya. Saat kami merasa ini tak bisa terjadi, alternatif terbaik kedua adalah penjualan,” kata CEO Telenor Sigve Brekke kepada Reuters.

    Telenor Pakistan telah berdiri selama 18 tahun dan melayani 45 juta pelanggan. Pada sembilan bulan pertama 2023, Telenor Pakistan membukukan pendapatan 2,6 miliar krona (Rp 3,8 triliun) dan EBITDA senilai 1,4 miliar krona (Rp 2,05 triliun).

    Kesepakatan ditargetkan rampung pada 2024 dan tergantung kepada persetujuan regulator.

    Telenor kini masih memiliki saham di operator seluler lain termasuk Grameenphone di Bangladesh dan True Corp in Thailand. Secara total, bersama Celcom Digi, Telenor melayani 160 juta pengguna.



    Artikel Selanjutnya


    Bos XL Bicara Soal Pilpres dan Kampanye Politik

    (dem/dem)


    High Technology Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.