Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»TikTok Pengendali Tokopedia, Pakar Sorot Aturan Ecommerce
    Insight News

    TikTok Pengendali Tokopedia, Pakar Sorot Aturan Ecommerce

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 Desember 2023Updated:11 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNBC Indonesia – Tokopedia dan TikTok mengumumkan kemitraan strategisnya di bawah PT Tokopedia. TikTok disebut akan memiliki pengendalian dalam perusahaan tersebut melalui investasi senilai US$ 1,5 miliar dengan saham 75,01%.

    Direktur Ekonomi Digital Center of Law and Economic Studies (Celios) Nailul Huda menjelaskan dampak atas kerja sama keduanya. Salah satunya mengembalikan pengalaman bermain media sosial sekaligus berbelanja.

    “Experience ini bisa meningkatkan loyalitas dari pengguna TikTok, bahkan menambah pengguna TikTok dari ekosistem seller Tokopedia,” kata Nailul kepada CNBC Indonesia, Senin (11/12/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Selain itu, dia juga menitikberatkan pada penggunaan live shopping TikTok. Tokopedia dapat memasang keranjangnya dalam live tersebut, jadi langsung ditransaksikan melalui sistem platform.

    Untuk pedagang, ini akan saling menguntungkan. Karena adanya fitur live TikTok dan integrasi dengan fitur di Tokopedia.

    Namun, dia mengkhawatirkan soal regulasi di Indonesia. Adanya garis pemisah antar platform Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) ditakutkan akan membuat bingung menempatkan posisi platform tersebut.

    “Inovasi yang makin cepat akan menciptakan bisnis model yang selalu update dan menyentuh langsung ke masyarakat. Regulasi yang terlalu tebal akan membuat regulator kebingungan menempatkan posisi platform,” jelasnya.

    “Jangan sampai posisi TikTok x Tokped bermasalah ke depannya. Perlu ada penyesuaian regulasi terutama terkait jenis perizinan,” imbuh Nailul.

    Nailul juga menambahkan perlunya beberapa aturan tambahan soal e-commerce. Misalnya aturan untuk menghindari preatory pricing, yang dapat melindungi para pedagang di dunia nyata.

    “Terkait dengan impor, saya rasa harus ada penyesuaian dalam restriksi impor dengan menambahkan tagging produk di semua platform PMSE,” pungkasnya.



    Artikel Selanjutnya


    UMKM Terancam, TikTok Jual Baju Impor China Merek Sendiri

    (npb/npb)


    Insight for you Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.