Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Spotify Ditinggal Bos Besar Usai PHK Massal
    Insight News

    Spotify Ditinggal Bos Besar Usai PHK Massal

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 Desember 2023Updated:9 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Paul Vogel akan pergi meninggalkan jabatannya sebagai Chief Financial Officer Spotify tahun depan. Sejalan dengan hal tersebut, Spotify Technology akan mencari penggantinya.

    Vogel akan mengundurkan diri per akhir Maret 2024. Kepergiannya terjadi setelah delapan tahun mengabdi kepada raksasa streaming musik dunia tersebut, dikutip dari Reuters, Jumat (8/12/2023).

    Sambil menunggu pencarian eksternal pengganti Vogel, kursi Chief Financial Officer akan diisi oleh Ben Kung. Saat ini, dia berperan sebagai wakil presiden perencanaan dan analisis keuangan Spotify.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kepergian Vogel menyusul pengumuman Spotify yang memecat sekitar 1.500 pegawainya. Reuters melaporkan awal minggu ini, PHK dilakukan untuk menurunkan biaya perusahaan.

    Jumlah mereka yang terdampak PHK adalah 17% dari total pegawai perusahaan. Pemecatan terbaru itu jadi ketiga kalinya setelah Januari merumahkan 600 staf dan memangkas 200 pegawai lagi pada Juni.

    CEO Daniel Ek, dalam surat kepada para karyawannya, menyebutkan perusahaan memperkerjakan lebih banyak orang pada 2020 hingga 2021. Ini dikarenakan biaya modal yang lebih rendah, dan sebagian besar kejadian ini karena sumber daya yang lebih banyak.

    Sementara itu, awal minggu ini, dia mengatakan PHK dengan jumlah besar akan terasa besar. Karena laporan pendapatan perusahaan terbaru dan kinerja yang positif.

    Meski begitu, Daniel Ek tetap menyinggung perusahaannya butuh poin efektif untuk perusahaannya sekarang. “Dari sebagian metrik, kami lebih produktif namun kurang efisien, Kami butuh keduanya,” ungkapnya.

    Spotify juga akan dikenakan denda 130 juta-145 juta euro karena PHK tersebut. Komponen pada biaya kuartal keempat itu akan dicatat pada kuartal pertama dan kedua tahun depan.


    Artikel Selanjutnya


    Makin Mahal, Harga Langganan Spotify-YouTube Naik Segini

    (npb/npb)


    Hitech for better life Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.