Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Video Pidato Mandarin Jokowi Telan Korban, Kominfo Bongkar
    Insight News

    Video Pidato Mandarin Jokowi Telan Korban, Kominfo Bongkar

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 Desember 2023Updated:9 Desember 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Beredar potongan video Presiden Joko Widodo berpidato menggunakan bahasa Mandarin. Ini sudah dipastikan video hoaks yang diedit menggunakan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) atau istilahnya ‘deepfake’.

    Video tersebut sempat membuat geger publik karena Jokowi terlihat fasih berbicara bahasa Mandarin dalam pidato kenegarannya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Semuel A. Pangerapan menegaskan bahwa video itu merupakan hasil suntingan yang menyesatkan.

    “Video yang beredar tersebut disertai narasi ‘Jokowi berbahasa Mandarin’. Itu hasil suntingan yang menyesatkan,” kata Semuel dikutip dari keterangan pers, dikutip Jumat (8/12/2023).

    Hasil penelusuran Tim AIS Kementerian Kominfo menemukan kesamaan dengan video yang diunggah oleh kanal YouTube The U.S. – Indonesia Society (USINDO) pada 13 November 2015 lalu.

    Secara visual, video tersebut identik, tetapi telah disunting dengan memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI) deepfake.

    Dirjen Aptika Kementerian Kominfo menjelaskan dalam video yang sebenarnya, Presiden Joko Widodo tidak menggunakan bahasa Mandarin saat pidato.

    “Ini adalah bentuk disinformasi,” tegasnya.

    Semuel mengimbau agar masyarakat berhati-hati ketika mendapatkan informasi yang dapat dimanipulasi.

    Bahkan mengingatkan agar tidak ikut menyebarluaskan konten hoaks atau disinformasi dalam bentuk apapun melalui platform digital.

    “Kominfo mengimbau masyarakat untuk berhati-hati ketika mendapatkan informasi yang dapat dimanipulasi dan/atau diselewengkan, serta selalu merujuk sumber-sumber tepercaya seperti situs pemerintah dan/atau media yang kredibel.” ungkapnya.

    Deepfake Jokowi Makan Korban, Kominfo Atur AI

    Di kesempatan berbeda, Wakil Menteri Kominfo, Nezar Patria, bercerita banyak temannya yang percaya dengan sebaran deepfake Jokowi tersebut. Padahal mereka disebut orang-orang yang cukup cakap secara digital.

    “Makin lama makin canggih. Banyak teman saya yang cukup digital savvy nyaris percaya pidato terjadi di Beijing sampai muncul penjelasan hasil karya deepfake,” kata Nezar dalam acara Diskusi Multi-Pemangku Kepentingan untuk Pengembangan Kerangka Etika Kecerdasan Artifisial, di Jakarta, Selasa (5/12/2023).

    Dia mengakui jika AI kerap digunakan untuk misinformasi dan disinformasi. Ini diproduksi baik oleh kelompok tertentu atau individu.

    Penggunaan generatif AI pada deepfake bisa berkontribusi pada kekacauan informasi. Bahkan tidak bisa membedakan informasi yang benar atau tidak.

    “Sedemikian mengancam generatif AI. Bisa memporak-porandakan arus informasi yang diterima,” imbuhnya.

    Selain itu, AI juga digunakan dalam perang yang terjadi di jalur Gaza. Israel menggunakannya untuk menargetkan tempat-tempat tertentu.

    “Kita juga dikejutkan pemanfaatan AI dalam perang. Israel menargetkan tempat-tempat di jalur Gaza,” ungkap dia.

    Namun Nezar tak menutup mata jika AI bisa dimanfaatkan secara baik. Beberapa industri telah menggunakan teknologi itu, seperti kesehatan maupun transportasi.

    Di kesehatan dapat menghasilkan aplikais yang berguna untuk dokter saat mendiagnosis pasien. Bidang transportasi telah dimanfaatkan oleh penerbangan.

    “Penerbangan kontribusi dengan AI. Banyak yang terbang proses kendali dengan AI,” ucap Nezar.

    Untuk itu, Kominfo mengeluarkan draf Surat Edaran AI yang berisi soal pedoman dan ketentuan etis pemanfaatan teknologi tersebut di Indonesia. Dengan begitu, penerapan AI bisa memaksimalkan manfaatnya dan menghindari dampak negatifnya.


    Artikel Selanjutnya


    Jokowi Ikut Joe Biden dan Xi Jinping Dorong Teknologi AI

    (fab/fab)


    Mind your business Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.