Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Hujan Meteor Terlihat di RI Selama Desember, Cek Jadwalnya
    Insight News

    Hujan Meteor Terlihat di RI Selama Desember, Cek Jadwalnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 Desember 2023Updated:8 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Hujan meteor akan kembali menghiasi langit Indonesia. Puppid-Velid terjadi sejak awal bulan hingga 15 Desember 2023 mendatang.

    Jakarta menjadi salah satu kota yang bisa melihat hujan meteor tersebut. Selama periode tersebut, masyarakat bisa melihatnya di arah konstelasi Vela.

    Aktivitas puncaknya terjadi sekitar tengah malam Jumat (8/11/2023) tadi dengan tampilan terbaiknya sebelum fajar. Saat puncaknya, sekitar 7-10 meteor per jam yang turun.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Mengutip In The Sky, rotasi Bumi membuat kota Jakarta menghadap ke arah datangnya meteor secara optimal, jumlah hujan vertikal ke bawah secara maksimal, dan lintasan pendek mendekati titik pancaran.

    Sementara pada hari lainnya, hujan meteor yang turun di langit Jakarta akan lebih sedikit. Meteor masuk atmosfer dengan sudut miring membuatnya berumur panjang untuk bisa melintasi area luas di langit sebelum terbakar.

    Sebagai informasi, hujan meteor terjadi saat Bumi melewati aliran puing-puing yang tertinggal setelah komet dan asteroid. Potongan itu berbentuk seperti pasir yang menyebar sepanjang orbit obyek induk.

    Bintang jatuh akan terlihat dalam fenomena ini saat salah satu puing menabrak atmosfer Bumi. Yakni terjadi pada ketinggian 70-100 km.

    Ada berbagai macam hujan meteor yang terjadi setiap waktu. Meteor tersebut bisa dibedakan satu sama lain karena jalurnya yang memancar keluar dari titik umum.

    Penyebabnya partikel pasir dalam aliran tertentu bergerak sama seperti dari arah saat melintasi orbit Bumi. Karena orbitnya mirip seperti obyek induknya.

    In The Sky menyarankan melihat meteor terbanyak bukan di pancaran obyek. Namun bidang langit gelap berjarak 30-40 derajat dari lokasi tersebut.

    (npb/npb)


    Mind your business Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.