Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Induk TikTok Bikin Pesaing ChatGPT, Amerika Ketar-Ketir
    Insight News

    Induk TikTok Bikin Pesaing ChatGPT, Amerika Ketar-Ketir

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Desember 2023Updated:5 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – ByteDance yang merupakan induk TikTok di China sedang mengerjakan platform terbuka (open source) yang memungkinkan pengguna membuat chatbot mereka sendiri.

    Perusahaan agaknya ingin ikut bergabung dalam tren kecerdasan buatan (AI) generatif di tengah persaingan ketat yang dimulai dari peluncuran ChatGPT tahun lalu.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Platform pengembangan bot akan diluncurkan dalam format beta untuk publik pada akhir bulan ini, menurut memo internal, dikutip dari South China Morning Post, Selasa (5/12/2023).

    Langkah tersebut sejalan dengan visi strategis baru perusahaan untuk mengeksplorasi produk AI generatif baru dan bagaimana mereka dapat berintegrasi dengan produk yang sudah ada.

    Raksasa media sosial ini telah mengerjakan generator teks-ke-gambarnya sendiri yang mirip dengan Midjourney, menurut seseorang yang mengetahui masalah tersebut.

    ByteDance tidak segera menanggapi permintaan komentar mengenai kabar tersebut.

    Unicorn paling berharga di China itu dikenal karena menggunakan beberapa bentuk AI di belakang layar sejak lama. Algoritma rekomendasinya dianggap sebagai “saus rahasia” di balik kesuksesan TikTok .

    Kini mereka memasuki pasar negara berkembang yang menawarkan model bahasa besar (LLM) sebagai sebuah layanan.

    Beberapa raksasa teknologi lainnya telah melakukan hal yang sama, termasuk OpenAI, startup yang didukung Microsoft di balik ChatGPT. Bulan lalu, mereka mulai mengizinkan semua pengguna membuat versi khusus ChatGPT untuk tugas tertentu, tanpa memerlukan pengalaman coding.

    Unit cloud Baidu pada bulan yang sama meluncurkan Qianfan, sebuah platform terpadu bagi pengguna perusahaan untuk mengembangkan LLM dan layanan terkait.

    Persaingan untuk mendominasi industri AI makin ketat antara Amerika Serikat (AS) dan China. Pemerintahan Joe Biden bahkan terang-terangan mengeluarkan instrumen kebijakan yang seakan melumpuhkan upaya China dalam mengembangkan teknologi tersebut.

    Salah satunya dengan memblokir China untuk mendapatkan akses chip AI serta alat manufaktur chip-nya. Namun, Xi Jinping tetap optimis industri AI China bisa berkembang secara mandiri tanpa perlu bergantung ke teknologi AS. 

    Upaya ByteDance untuk mengembangkan chatbot AI sendiri bisa dibilang sebagai langkah ambisius. Selain induk TikTok, beberapa perusahaan China lain yang juga gencar mengembangkan layanan AI generatif adalah Baidu dan Alibaba.


    Artikel Selanjutnya


    ChatGPT Bikin Rusuh, Ilmuwan Dunia Terbelah Dua Kubu

    (fab/fab)


    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.