Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kasus Google Ubah Total Masa Depan Android
    Insight News

    Kasus Google Ubah Total Masa Depan Android

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 Desember 2023Updated:5 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Kasus Google versus Epic yang tengah digelar di pengadilan Washington nampaknya akan berdampak besar pada Android. Temuan terbaru, Google disebut menyembunyikan bukti secara sengaja dan sistematis.

    Hakim James Donato, pengawas kasus ini, mengatakan akan menyelidiki Google lebih lanjut. “Saya akan mencari tahu siapa yang bertanggung jawab,” ucapnya, dikutip dari The Verge, Senin (4/12/2023).

    Di dalam pengadilan terungkap Google menggunakan pengaturan auto-delete untuk menghapus pesan antar karyawan secara otomatis. Ini dilakukan dari level karyawan hingga CEO Sundar Pichai.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Namun, Pichai dan banyak karyawan lain menyangkal melakukannya. Mereka mengaku menandai dokumen sebagai hak istimewa agar tidak jatuh ke orang lain.

    Sementara pada 14 November 2023 lalu, The Verge mencatat Pichai menyebut mengandalkan tim hukum dan compliance untuk memberikan instruksi. Khususnya dari kepala bagian hukum Alphabet, induk perusahaan Google, Kent Walker.

    Dua hari kemudian, Walker berbicara di pengadilan. Dia mengatakan tidak mengaudit apakah karyawan menyimpan bukti atau tidak.

    Para karyawan dapat memutuskan komunikasi mana yang relevan dengan kasus hukum. The Verge juga menuliskan ada lebih dari satu karyawan yang bersaksi di pengadilan mengatakan salah paham soal apa yang relevan.

    Donato menyebut dirinya resah dengan apa yang dilakukan Google. Penghapusan bukti tersebut merupakan serangan pada administrasi peradilan dan melemahkan proses hukum, ungkapnya.

    Namun Donato memastikan tidak akan mengeluarkan instruksi inferensi. Keputusan persidangan akan diserahkan secara penuh kepada para juri.

    “Saya bisa menyelesaikan masalah ini sendiri, di luar persidangan ini di sidang berikutnya,” ungkap dia.

    Google dituduh memonopoli pasar aplikasi melalui toko aplikasi Google Play Store. Melalui sistem pembayarannya, Google memotong komisi pendapatan bagi para pengembang aplikasi. Hal ini membuat Epic menuntut Google ke meja hijau.

    Tak hanya Google, Epic juga menggugat Apple namun kalah di persidangan. 

    Jika Epic kalah melawan Google, bisa jadi sistem aplikasi di HP Android akan berubah. Kita tunggu saja!



    Artikel Selanjutnya


    Google Kasih Peringatan, Ada Bug Bahaya di HP Android

    (npb/npb)


    Insight for you Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.