Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ancam Manusia, Gunung Es Raksasa Hanyut Bukan Tanda Kiamat
    Insight News

    Ancam Manusia, Gunung Es Raksasa Hanyut Bukan Tanda Kiamat

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa30 November 2023Updated:4 Desember 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Gunung es raksasa tengah bergerak meninggalkan tempat asalnya. Meskipun mengancam kehidupan manusia dan hewan, pergerakan gunung es seluas dua kali kota London ini dinilai tak berhubungan dengan “kiamat” perubahan iklim.

    Gunung es bernama A23a telah terpisah selama 40 tahun atau hampir 40 tahun dari garis pantai Antartika. Bongkahan tersebut memiliki luas hampir 4.000 km persegi atau dua kali lipat luas London dan tebal 400 meter.

    “Saya bertanya kepada sejumlah rekan mengenai hal ini, bertanya apakah ada kemungkinan perubahan suhu perairan yang mungkin memicu hal ini, namun konsensusnya adalah waktu baru saja tiba,” kata pakar remote sensing dari British Antartic Survey, Andrew Fleming, dikutip dari BBC, Rabu (29/11/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dia menjelaskannya setelah empat puluh tahun, ukuran A23a mulai mengecil dan bergerak. Pergerakan gunung es dilihatnya pertama kali pada 2020 lalu.

    Saat ini A23a telah melewati bagian utara Semenanjung Antartika. Pergerakannya dilaporkan kian cepat karena angin dan arus selama beberapa bulan terakhir.

    Pergerakan A23a juga bisa berdampak pada ekosistem di sekitarnya. BBC mencatat jika berada di Georgia Selatan kemungkinan bisa menimbulkan masalah bagi anjing laut, penguin, dan burung laut.

    Tiga jenis hewan itu bisa kesulitan mencari makan atau memberi makan anak-anaknya akibat A23a yang mengganggu jalur normal mereka.

    Namun ada pula yang mengatakan gunung es tak sepenuhnya membawa dampak baru. Bahkan disebut memegang peranan penting bagi lingkungan.

    Sebab saat gunung es mencair akan melepaskan debu mineral yang dimasukkan dalam es. Debu akan jadi sumber nutrisi untuk organisme pada rantai makanan laut.

    Namun, Cosmos menyatakan bergeraknya gunung es A23a ke laut lepas tidak terkait dengan perubahan iklim. Memang, pemanasan global berdampak kepada es di Antartika.

    Namun, pergerakan A23a adalah hasil dari rangkaian proses yang terjadi sejak 40 tahun lalu saat gunung es tersebut pecah dari “benua induk”-nya. Seperti halnya bongkahan es raksasa lain yang terpisah dari Antartika, A23a bergerak ke utara.

    “Dari ujung benua Antartika, lokasinya saat ini, kami memperkirakan lintasannya akan serupa dengan gunung es lain yang keluar dari Laut Wedell,” kata Jan Lieser dari Universitas Tasmania.

    Selain habitat hewan setempat, A23a yang meleleh juga berdampak ke kehidupan manusia. 

    “Saat pecah mereka menciptakan ribuan gunung es, yang semua bisa mengancam kapal yang melalui area tersebut. Mereka juga bisa terdampar di sekitar pulau sehingga akses ke pantai tertutup. Bukan hanya untuk kapal dan manusia, tetapi juga untuk hewan yang berusaha mencapai pesisir untuk istirahat,” kata Lieser.


    Artikel Selanjutnya


    Semangka Ditanam di Antartika, Hasilnya Tak Terduga

    (npb)


    Innovation Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.