Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»BMKG Ungkap Petaka Besar Ini Bayangi RI Akibat Krisis Iklim
    Insight News

    BMKG Ungkap Petaka Besar Ini Bayangi RI Akibat Krisis Iklim

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa3 Desember 2023Updated:3 Desember 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita memperingatkan bahwa Indonesia berisiko mengalami gangguan ketahanan pangan beberapa waktu ke depan.

    Dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI beberapa waktu lalu, dia mengatakan kerentanan ketahanan pangan terjadi karena kekurangan air. Ini dipicu kenaikan suhu permukaan Bumi.

    Suhu permukaan Bumi memang terus mengalami kenaikan, termasuk sepanjang tahun 2023 yang terus memecahkan rekor. Tercatat Juli 2023 menjadi bulan Juli terpanas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kenaikan suhu secara global memang sudah terjadi sejak tahun 1850-an. Penyebabnya adalah karena pertumbuhan industri yang terus berkembang.

    Tren ini terus naik hingga tahun 2023. Dwikorita juga menjelaskan selama 8 tahun terakhir menjadi rekor terpanas.

    “Terjadi kenaikan suhu hingga tahun 2023 sebesar kurang lebih sebesar 1,2 derajat Celcius dibandingkan di masa sebelum revolusi industri, dan 8 tahun terakhir ini tercatat merupakan rekor terpanas sepanjang sejarah,” kata Dwikorita, dikutip Sabtu (18/11/2023).

    Namun di Indonesia sendiri, dia menjelaskan, belum mengalami kenaikan suhu yang terlalu besar. Ini karena luas laut jauh lebih besar dari luas daratannya, sehingga berperan sebagai pendingin,” ungkap dia.

    Suhu Bumi yang meningkat itu menyebabkan global water hotspot atau kekeringan. Kejadian ini akan berlangsung hingga beberapa waktu ke depan.

    “Akibat kekurangan air ini, diproyeksikan oleh organisasi meteorologi dunia, termasuk di Indonesia warnanya orange, terjadi kondisi kerentanan cukup tinggi terhadap ketahanan pangan,” jelasnya.

    Sekitar 2050, dia menjelaskan indikator ketahanan pangan di sebagian besar dunia akan berwarna orange bahkan hitam. Indonesia akan masuk dalam kategori menengah atau orange.

    “Dan kita akan kesulitan impor karena negara-negara penghasil pangan pun malah mengalami kekeringan lebih parah,” ujarnya.

    Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Dwikorita juga memaparkan hasil pantauan BMKG. Yakni penyebab perubahan iklim ditandai dengan lonjakan suhu Bumi terjadi karena konsentrasi Co2 di GAW Kototabang melonjak dari sekitar 370 ppm menjadi 415 ppm.

    Padahal wilayah tersebut berada di tengah hutan dan tanpa polusi. Dengan catatan tersebut diperkirakan Co2 di wilayah perkotaan juga ikut melonjak dan mengakibatkan adanya selubung gas rumah kaca di atmosfer.

    Selubung itu menyebabkan radiasi Matahari terhambat kembali ke angkasa. Pada akhirnya akan ada dampak di Bumi termasuk Indonesia, misalnya es puncak Jayawijaya yang diperkirakan punah tahun 2025 dan cuaca ekstrem terus sering terjadi.

    “Untuk itu BMKG melakukan pelatihan adaptasi perubahan iklim, meningkatkan literasi iklim untuk masyarakat, serta memperluas penerapan transformasi energi dari energi fosil ke nonfosil,” pungkas Dwikorita.



    Artikel Selanjutnya


    Peringatan BMKG, 7 Daerah RI Terancam Petaka Panas Mendidih

    (fsd/fsd)


    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.