Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»TikTok Diblokir Total di Wilayah AS, Warga Ngamuk
    Insight News

    TikTok Diblokir Total di Wilayah AS, Warga Ngamuk

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 Desember 2023Updated:2 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – TikTok diblokir total di Montana, negara bagian Amerika Serikat (AS). Kebijakan itu berdasarkan keputusan dari Hakim Federal yang menilai TikTok membahayakan privasi pengguna dan keamanan nasional.

    Montana menjadi wilayah AS pertama yang memberlakukan pemblokiran total terhadap TikTok. Sebelumnya, raksasa media sosial China itu ‘hanya’ dilarang digunakan oleh seluruh pegawai pemerintahan di AS.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Aturan pemblokiran total TikTok di Montana berlaku mulai 1 Januari 2024 mendatang. Warga setempat tak bisa lagi men-download aplikasi itu. Jika terlanjur punya, maka akan terhapus dari perangkat elektronik.

    Uni Eropa, Kanada, dan beberapa negara sudah melakukan pelarangan TikTok seperti AS. Rata-rata memiliki alasan serupa, yakni kekhawatiran TikTok melanggar privasi pengguna dan membahayakan keamanan nasional.

    Studi dari Pew Research Center pada 2022 lalu mengatakan sepertiga remaja AS menggunakan TikTok setiap hari. Sebanyak 16% mengatakan mereka berada di dalam platform tersebut secara konstan dan intens.

    Hakim Distrik AS Donald Molloy menilai langkah Montana melarang TikTok secara penuh memiliki agenda tersembunyi. Selain itu, Hakim Distrik menilai Montana melangangkahi otoritas pusat AS.

    “Meski kebijakan ini seakan melindungi konsumen, tetapi rekam jejak selama ini meninggalkan sedikit keraguan bahwa otoritas Montana lebih tertarik untuk menargetkan China ketimbang melindungi warga Montana,” kata Hakim Distrik AS Donald Molloy, dikutip dari Yahoo Finance, Jumat (1/12/2023).

    Hal tersebut disepakati juru bicara TikTok.

    “Kami senang bahwa Hakim Distrik menolak hukum yang tak beralasan ini, sehingga ribuan pengguna di Montana bisa terus mengekspresikan diri mereka, mendapat penghasilan, dan menemukan komunitas di TikTok,” kata TikTok dalam keterangan resmi.

    Pengacara yang berargumentasi untuk Montana, Austin Knudsen, mengatakan pihaknya telah mengumpulkan bukti kuat yang mendasari pemblokiran total TikTok, layanan yang dimiliki raksasa China ByteDance.

    Knudsen mengatakan tak masuk akal jika TikTok mengklaim Montana tak punya bukti soal keterkaitan layanan tersebut dengan pemerintah China.

    Sekelompok kreator TikTok menanggapi aturan blokir ini dengan protes besar-besaran. Menurut mereka, kebijakan Montana telah melanggar konstitusi di AS dan merusak mata pencarian mereka.


    Artikel Selanjutnya


    China Gagal Bikin Pengganti TikTok, Dihina Habis-Habisan

    (fab/fab)


    Innovation Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.