Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pesawat Boeing Terbang Tanpa Avtur dari London ke New York
    Insight News

    Pesawat Boeing Terbang Tanpa Avtur dari London ke New York

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 November 2023Updated:30 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Pesawat Boeing 787 terbang dari London ke New York menggunakan bahan bakar hijau. Bukannya menggunakan avtur, pesawat milik Virgin Atlantic menggunakan bahan bakar alternatif dari limbah.

    Menurut IFL Science, Boeing 787 yang lepas landas dari London Heathrow pada Senin (17/11/2023) adalah pesawat jet pertama yang terbang tanpa BBM. Penerbangan ini bertujuan memamerkan keandalan bahan bakar penerbangan yang sustainable (SAF).

    Bahan bakar hijau yang digunakan dipasok oleh Air BP dan Virent. Isinya adalah campuran dari 88 persen hydroprocessed esters and fatty acids (HEFA) dan 12 persen synthetic aromatic kerosine (SAK), yang berasal dari olahan dari limbah jagung.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pesawat yang menggunakan bahan bakar green masih menghasilkan karbon ke atmosfer. Namun, emisinya diklaim lebih rendah 70 persen dibanding bahan bakar jet biasa.

    Saat ini, SAF sudah digunakan sebagai bahan campuran BBM. Volume penggunaan SAF saat ini masih sekitar 0,1 persen dari total bahan bakar jet karena harganya yang mahal.

    CEO Virgin Atlantic Shai Weiss mengatakan penerbangan menggunakan SAF adalah “bukti bahan bakar penerbangan sustainable aman, bisa dengan mudah menggantikan bahan bakar jet serta adalah solusi paling potensial untuk industri penerbangan tanpa karbon.”

    Industri penerbangan kini menyumbangkan 2-3 persen dari emosi karbon global. Pelaku industri berambisi mencapai “net zero” atau menyetop “pertumbuhan kontribusi emisi” pada 2050.

    Pemerintah United Kingdom berencana mewajibkan semua maskapai untuk menggunakan minimal 10 persen SAF pada 2030.

    Namun, kebijakan ini mengundang kritik aktivis. Magdalena Heuwieser dari Stay Grounded mengatakan kebijakan ini hanya pengalihan perhatian dan upaya industri untuk cuci tangan serta memberikan kesan lebih ramah lingkungan, atau “greenwashing.”

    “Sama sekali tidak scalable, dalam jangka waktu yang dibutuhkan untuk mencegah iklim rontok. Apa yang dibutuhkan adalah pengurangan penggunaan bahan bakar fosil jet, yaitu menekan jumlah penerbangan,” kata Heuwieser kepada Reuters.

    (dem)


    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.