Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Naik Gaji Makin Susah, Ancaman AI Kian Nyata
    Insight News

    Naik Gaji Makin Susah, Ancaman AI Kian Nyata

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 November 2023Updated:29 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI) ternyata tak akan membuat manusia jadi pengangguran. Ancaman nyatanya adalah gaji akan makin kecil dan susah naik.

    Setidaknya begitu menurut riset terbaru yang dipublikasikan European Central Bank, dikutip dari Reuters, Rabu (29/11/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Banyak perusahaan teknologi yang berinvestasi besar-besaran untuk mengembangkan AI. Para ekonom berusaha memprediksi dampak teknologi tersebut ke bursa kerja.

    Sebab, sejak awal kemunculannya yang populer berkat ChatGPT pada 2022 lalu, banyak kekhawatiran bahwa AI akan memengaruhi masa depan manusia dalam hal pekerjaan.

    Ditakutkan banyak pekerjaan yang akan musnah dan digantikan AI. Selain itu, banyak pekerjaan baru yang tersedia dan menuntut manusia untuk beradaptasi dalam waktu singkat.

    Riset ECB menunjukkan bahwa banyak perusahaan kesulitan mencari karyawan yang memenuhi kualifikasi. Artinya, ada ketidaksesuaian antara kebutuhan pemberi kerja dengan skill set pencari kerja .

    Sampel yang diambil adalah kondisi bursa kerja di 16 negara Eropa. Banyak pemberi kerja membuka lamaran yang memprioritaskan keterampilan dalam pemanfaatan AI.

    Buletin penelitian yang dipublikasikan ECB mengatakan pekerjaan dengan keterampilan rendah-menengah tak terlalu banyak yang menuntut penguasaan AI. Namun, pekerjaan dengan keterampilan level tinggi banyak yang sudah memberikan syarat terkait kemampuan AI.

    Hipotesis soal AI akan membuat gaji manusia masa depan makin sedikit memang belum bisa dipastikan 100%.

    “Teknologi AI terus berkembang dan diadopsi. Dampaknya mayoritas terlihat pada bursa kerja dan gaji. Namun, belum bisa dipastikan,” kata laporan tersebut.

    Laporan sebelumnya menyebut soal “gelombang teknologi”. Katanya, ketika komputerisasi menurun, rata-rata bursa kerja untuk keterampilan menengah akan menghasilkan polarisasi.


    Artikel Selanjutnya


    ChatGPT Bikin Rusuh, Ilmuwan Dunia Terbelah Dua Kubu

    (fab/fab)


    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.