Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Aduh! Pneumonia Misterius di China Calon Pandemi Baru
    Inspiring You

    Aduh! Pneumonia Misterius di China Calon Pandemi Baru

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman29 November 2023Updated:29 November 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) menyebutkan bahwa wabah pneumonia ‘misterius’ di China dapat berpotensi menjadi pandemi baru, Rabu (29/11/2023).

    Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kemenkes RI, dr. Imran Pambudi, mengatakan bahwa meskipun tidak memiliki virulensi atau keganasan yang separah virus, mycoplasma pneumonia tetap berpotensi menjadi pandemi selanjutnya. Sebab, bakteri dapat menjadi awal mula dari munculnya pandemi.

    “Pandemi itu lebih sering disebabkan oleh patogen yang bersifat virulensinya itu tinggi. Jadi, kita tidak menutup kemungkinan apakah [mycoplasma pneumonia] bisa menjadi pandemi, tetapi kalau dibandingkan dengan yang virus, itu jauh lebih cepat virus,” ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Imran Pambudi dalam konferensi pers daring, Rabu (29/11/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Hingga saat ini, dr. Imran mengatakan bahwa penyebab dari kasus pneumonia misterius di China belum diketahui secara pasti. Namun, berdasarkan laporan media China, kasus mycoplasma pneumonia meningkat sejak Mei 2023, yakni dengan tiga per empat pasien didiagnosis sebagai infeksi mycoplasma.

    “Jadi memang di China ini, Mycoplasma memang menjadi causa terbanyak pada kasus pneumonia. Mycoplasma adalah bakteri, bukan virus. Ini merupakan penyakit penyebab umum infeksi pernapasan sebelum masa Covid-19,” papar dr. Imran.

    “Jadi, itu adalah penyebab umum dari penyakit paru, penyakit pernapasan, sebelum Covid-19 dengan insidensi 8,6 persen,” lanjutnya.

    Lebih lanjut, dr. Imran mengatakan bahwa patogen ini memiliki periode inkubasi dan penyebaran yang cukup lama sehingga disebut sebagai “Walking Pneumonia“.

    “Jadi agak berbeda dengan Covid-19. Kalau Covid-19, kan, waktunya pendek inkubasinya, kalau mycoplasma ini lama,” kata dr. Imran.

    Sebagai informasi, menjelang akhir tahun 2023 China kembali diserang penyakit misterius. Kali ini, Negeri Tirai Bambu tersebut mengalami lonjakan kasus undefined pneumonia atau pneumonia ‘misterius’ yang menyerang anak-anak.

    Adapun, sinyal undiagnosed pneumonia pertama kali dipublikasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di ProMed pada 22 November 2023 lalu.

    Menurut laporan CNN Internasional yang mengutip pejabat di Rumah Sakit Anak Beijing, saat ini rata-rata jumlah pasien anak dengan kasus pneumonia mencapai lebih dari 7.000 pasien setiap harinya. Jumlah tersebut jauh melebihi kapasitas rumah sakit.

    Sementara itu, media pemerintah China melaporkan bahwa pada Sabtu lalu, rumah sakit anak terbesar di dekat Tianjin memecahkan rekor karena menerima lebih dari 13.000 anak di unit rawat jalan dan gawat darurat.

    Berkaitan dengan hal tersebut, Kemenkes RI mengimbau masyarakat Indonesia untuk tidak panik dan mengikuti rekomendasi langkah-langkah untuk mengurangi risiko penyakit pernapasan, seperti menggunakan masker; menjaga jarak dengan orang sakit; rajin cuci tangan; hingga segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejala batuk, demam, dan sulit bernapas.

    Selain itu, Kemenkes telah menerbitkan Surat Edaran Nomor: PM.03.01/C/4632/2023 tentang Kewaspadaan Terhadap Kejadian Mycoplasma Pneumonia di Indonesia sebagai bentuk kesiapsiagaan pemerintah dalam mengantisipasi penularan pneumonia di Tanah Air.

    Dalam surat edaran tersebut, Kemenkes meminta Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk melakukan pemantauan perkembangan kasus dan negara terjangkit di tingkat global.

    Tidak hanya itu, Kemenkes juga meminta pengawasan terhadap orang (awak, personel, dan penumpang), alat angkut, barang bawaan, lingkungan, vektor, binatang pembawa penyakit di pelabuhan, bandar udara dan pos lintas batas negara, terutama yang berasal dari negara terjangkit.



    Artikel Selanjutnya


    Catat! Ini Aturan Penanggulangan Covid-19 di Masa Endemi

    (hsy/hsy)


    Smart your life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.