Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Anies-Prabowo-Ganjar Boleh Joget, Dilarang Minta Sumbangan
    Insight News

    Anies-Prabowo-Ganjar Boleh Joget, Dilarang Minta Sumbangan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 November 2023Updated:29 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – TikTok tidak melarang konten yang berbau politik diunggah di platformnya. Namun layanan video pendek itu tidak mengizinkan partai politik maupun tokoh politik untuk memonetisasi konten, seperti memasang iklan atau menerima gift saat live di TikTok.

    Aturan monetisasi konten ini berlaku tidak hanya di Indonesia saja, tapi juga secara global.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Ada perbedaan antara iklan politik dan konten politik, yang dilarang di Tiktok itu adalah iklan politik, bukan konten politik. Konten politik monggo, asalkan tidak melanggar pedoman komunitas,” ujar Public Policy & Government Relations, TikTok Indonesia Faris Mufid dalam agenda peluncuran “Pusat Panduan Pemilu 2024 dan kampanye #SalingJaga” di Jakarta, Rabu (28/11/2023).

    TikTok juga tidak mengizinkan partai politik maupun tokoh politik mencari dana kampanye di fitur live TikTok.

    Ada limitasi yang diberikan untuk akun-akun yang diklasifikasi sebagai Government, Politician, and Political Party Accounts (GPPPA) oleh TikTok.

    Berbagai akun yang tergolong GPPPA, secara otomatis tidak akan bisa meminta maupun menerima gift atau hadiah yang biasa diberikan kepada para kreator konten TikTok yang menggunakan fitur live.

    “Pengguna pada umumnya mereka bisa melakukan kegiatan donasi, gifting, dan menerima gift juga. Tapi akun yang terklasifikasi sebagai GPPPA tadi itu mereka (gift) nya dimatikan, kami tidak ingin nanti digunakan sebagai sarana untuk mengumpulkan donasi politik,” jelasnya.

    Sedangkan untuk akun akun-akun lain yang tidak termasuk dalam kategori GPPPA, tapi mencari uang untuk tujuan politik, TikTok bisa mendeteksi hal tersebut.

    “Kalau misalnya ada seseorang menyampaikan yang bukan GPPPA tadi, misalnya artis ada yang jadi timses, kalau dia promote (iklan) itu ngga boleh itu akan kita alert. Jadi non GPPPA, saat mereka mempromosikan konten politik secara berbayar itu juga ngga bisa,” kata Faris.



    Artikel Selanjutnya


    11 Cara Dapat Uang dari TikTok, Tak Hanya Jadi Influencer

    (fab/fab)


    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.