Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Pakar Ungkap Fakta Ngeri di Balik Bom Raksasa Israel
    Insight News

    Pakar Ungkap Fakta Ngeri di Balik Bom Raksasa Israel

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 November 2023Updated:27 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Serangan bombardir Israel melalui jalur udara selama hampir tujuh minggu di Gaza telah menewaskan lebih dari 15.000 orang dan meratakan sebagian besar wilayah kecil namun padat penduduk di Gaza.

    Para analis mengatakan skala kehancuran di Gaza tidak hanya disebabkan oleh intensitas bom Israel, tetapi juga karena ukuran bom yang digunakan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Ini melampaui apa pun yang pernah saya lihat dalam karier saya,” kata Marc Garlasco, penasihat militer untuk organisasi Belanda PAX dan mantan analis intelijen senior di Pentagon, kepada The New York Times, dikutip dari Insider, Senin (27/11/2023)

    Dia mengatakan perbandingan sejarah mengenai banyaknya bom besar yang digunakan di wilayah sekecil Gaza, seperti melihat kembali perang Vietnam atau Perang Dunia-II.

    Menurut pejabat senior militer AS, sekitar 90% amunisi yang dijatuhkan Israel di Gaza dalam dua minggu pertama serangan adalah bom berpemandu satelit seberat 1.000 hingga 2.000 pon.

    Garlasco mencatat bahwa bom-bom ini berukuran sangat bear dan digunakan dalam skala besar meskipun Israel juga memiliki ribuan bom kecil dari Amerika Serikat (AS) yang dirancang untuk meminimalkan kerusakan.

    Sebagai perbandingan, para pejabat militer AS merasa bahwa bom udara seberat 500 pon itu terlalu besar untuk digunakan terhadap sebagian besar sasaran ISIS di wilayah perkotaan Mosul, Irak, dan Raqqa, Suriah.

    Jalur Gaza sendiri hanya berukuran 141 mil persegi dengan populasi sekitar dua juta orang, yang menjadikannya salah satu tempat terpadat di dunia.

    Militer Israel mengklaim bahwa anggota Hamas tinggal di antara warga sipil di Gaza dan mereka menggunakan jaringan terowongan yang rumit di bawah kota untuk berlindung dan mengangkut senjata.

    Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel Jonathan Conricus mengatakan bahwa strategi Hamas untuk memasukkan dirinya ke Gaza adalah alasan utama mengapa ada korban sipil.

    Menurut penyelidik senjata Brian Castner, bom-bom besar yang digunakan di Gaza dinilai cocok untuk menyerang infrastruktur bawah tanah seperti terowongan.

    Meskipun hukum perang internasional tidak melarang pembunuhan terhadap warga sipil, Undang-Undang tersebut menyatakan bahwa militer tidak boleh melakukan pengeboman tanpa pandang bulu di wilayah sipil dan harus meminimalkan dampak buruknya.

    Castner menilai, serangan udara Israel bergerak terlalu cepat untuk mengurangi kerugian yang berdampak pada warga sipil.



    Artikel Selanjutnya


    Perintah Israel, Google Matikan Fitur Maps di Gaza

    (fab/fab)


    Insight for you Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.