Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Elon Musk Ngamuk ke Disney dan Apple, Ancam Pakai Nuklir
    Insight News

    Elon Musk Ngamuk ke Disney dan Apple, Ancam Pakai Nuklir

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 November 2023Updated:25 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Pernyataan kontroversial Elon Musk lagi-lagi berdampak buruk pada bisnis X (dulunya Twitter). Bahkan, beberapa brand seperti Apple dan Disney memutuskan menyetop atau menangguhkan sementara pengeluaran iklan mereka di media sosial milik sang miliarder tersebut.

    Keputusan itu membuat Elon Musk naik darah, bahkan mengancam akan melayangkan gugatan nuklir yang ia sebut ‘thermonuclear’.

    Secara harafiah, thermonuclear merupakan istilah senjata perang. Istilah sehari-harinya adalah ‘bom hidrogen’, yakni senjata yang memanfaatkan energi dari reaksi fisi nuklir utama.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kisruh bermula ketika para brand menilai Musk kerap melontarkan komentar-komentar bernada anti-Yahudi melalui akun X personalnya.

    Tak hanya itu, X dianggap memberikan panggung bagi para netizen yang banyak berkoar-koar soal anti-Yahudi.

    Selain Disney dan Apple, brand lain yang menyetop iklan ke X adalah IBM, Lions Gate, Paramount Global, dan Warner Bros Discovery. 

    Musk merupakan pemilik X sekaligus menjabat Chief Technology Officer (CTO). Hilangnya pemasukan dari iklan tentu akan berdampak besar bagi bisnis layanannya.

    “X akan melayangkan gugatan hukum ‘thermonuclear’ melawan Media Matters dan semuah pihak yang melancarkan serangan ke perusahaan kami,” kata Musk, dikutip dari CNBC International, Sabtu (25/11/2023).

    “Direksi mereka, donatur mereka, dan jaringan uang gelap mereka, semuanya,” Musk menambahkan.

    Pekan lalu, Media Matters mempublikasikan laporan yang menunjukkan banyak iklan dari brand terkenal yang dipasang berdampingan dengan postingan anti-Yahudi oleh para pengguna X. Laporan itu dikeluarkan pasca Musk merilis tweet yang dinilai oleh Gedung Putih sebagai “dukungan anti-Yahudi dan ujaran kebencian”.

    Sebagai respons, para brand terkenal menyetop sementara pengeluaran iklan mereka di X. Juru bicara X, Joe Benarroch, buka suara soal polemik ini dan menilai Media Matters salah kaprah.

    “Media Matters sepenuhnya salah mengartikan dinamika pengguna di media sosial,” kata dia.

    “Media Matters membuat akun X khusus yang sengaja mengikuti akun-akun sensitif untuk mengkurasi post, sehingga iklan muncul pada akun-akun dengan opini sensitif. Lalu, Media Matters melaporkan misinformasi ini ke para pengiklan,” ia menjelaskan.

    Beberapa saat lalu, Gedung Putih juga mengeluarkan pesan pedas ke Musk. Gedung Putih menyebut promosi anti-Yahudi yang kerap dilakukan Musk melalui media sosial telah melawan nilai inti sebagai warga Amerika Serikat (AS).



    Artikel Selanjutnya


    Elon Musk Mendadak Mau Kabur, Ogah Adu Jotos Lawan Zuck

    (fab/fab)


    Innovation Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.