Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»CEO Mundur Dihabisi AS, Rp 15,63 Triliun Menguap dari Binance
    Insight News

    CEO Mundur Dihabisi AS, Rp 15,63 Triliun Menguap dari Binance

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 November 2023Updated:24 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNBC Indonesia – Warga dunia ramai-ramai menarik aset kripto mereka dari Binance setelah CEO Changpeng Zhao mundur dan mengaku bersalah atas tuduhan kriminal di Amerika Serikat. Sekitar US$ 1 miliar (Rp 15,63 triliun) menguap dari Binance hanya dalam 24 jam.

    Penarikan besar-besaran ini menyerupai saat Binance dan pendirinya diumumkan sebagai tersangka 13 pelanggaran regulasi perdagangan saham oleh otoritas bursa AS (SEC).

    Token milik Binance, BNB, anjlok 8 persen dalam 24 jam terakhir. Binance kini mengantongi BNB senilai US$ 2,8 miliar.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Setelah pengumuman SEC pada Maret, Binance mulai menghapus insentif nol-biaya transaksi pertukaran aset kripto, termasuk yang melibatkan bitcoin. Kebijakan tersebut membuat volume perdagangan di Binance anjlok.

    Menurut CNBC Indonesia, Binance masih merupakan bursa perdagangan aset kripto terbesar di dunia. Tiap tahun, Binance memproses transaksi senilai miliaran dolar AS.

    Pada awal pekan, Binance dilaporkan setuju untuk membayar denda US$ 4,3 miliar (Rp 67,2 triliun) sebagai kesepakatan penyelesaian investigasi pelanggaran regulasi anti-pencucian uang oleh pemerintah federal AS.

    Menurut Nansen, Binance masih menjadi tempat penyimpanan aset kripto senilai US$ 65 miliar (Rp 1.016 triliun) jauh di atas arus penarikan selama 24 jam setelah pengumuman Zhao mundur. Selain itu, tidak ada perusahaan manajemen aset yang menarik dana kelolaan mereka dari Binance.

    Jaksa Agung AS, Merrick Garland, menyatakan denda atas Binance adalah salah satu denda terbesar yang pernah dikenakan kepada korporasi.

    “Menggunakan teknologi baru untuk melanggar hukum tidak membuat Anda menjadi ‘disruptor’. Itu menjadikan Anda kriminal. Binance mengutamakan profit di atas keselamatan warga AS,” kata Garland.

    Zhao, lewat akun Twitter-nya, menyatakan bahwa ia “telah membuat kesalahan” dan “harus bertanggung jawab.” Setelah Zhao mundur, Binance mengangkat Richard Teng, yang sebelumnya mengelola bursa regional Binance, sebagai CEO yang baru.



    Artikel Selanjutnya


    Terkuak, Bandar Kripto Bangkrut Utang ke Nasabah Rp 130 T

    (dem/dem)


    Insight for you Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.