Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Dihabisi Amerika, Binance Diancam Denda Rp 61,8 Triliun
    Insight News

    Dihabisi Amerika, Binance Diancam Denda Rp 61,8 Triliun

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa21 November 2023Updated:22 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Departemen Kehakiman Amerika Serikat meminta Binance Holdings membayar US$ 4 miliar (Rp 61,8 triliun) sebagai bagian dari kesepakatan penyelesaian kasus kriminal yang dihadapi bursa kripto tersebut dan pendirinya, Changpeng Zhao.

    Pemerintah federal AS telah melakukan investigasi atas tindak tanduk Binance Holdings sejak 2018. Menurut Reuters yang mengutip Bloomberg, penyelidikan sudah mendekati tahap akhir.

     Sumber yang mengetahui proses penyelidikan menyatakan proses sudah memasuki tahap pengambilan kesimpulan, tetapi tidak menyebutkan detail penalti atau tenggat. Menurut Bloomberg, pengumuman hasil penyelidikan akan diumumkan pada akhir November.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Reuters mengutip sumber yang sama, menyatakan penyelidik federal kemungkinan mengenakan denda hingga US$ 4 miliar (Rp 61,8 triliun). Pembicaraan antara Binance dan Departemen Kehakiman AS juga mencakup tuntutan tindak kriminal atas Changpeng Zhao (CZ) di AS.

    Apapun hasil dari penyelidikan atas Binance, industri kripto dipastikan terkena sentimen negatif. Sebelumnya, industri kripto padahal sudah terhantam oleh skandal penipuan dan penyalahgunaan dana nasabah oleh bursa kripto FTX. Pendiri FTX, Sam Bankman Fried, telah diputuskan bersalah oleh juri dan kini masih menunggu hukuman dari hakim.

    Investigasi atas Binance berawal dari langkah Departemen Kehakiman AS meminta Binance menyerahkan catatan internal tentang upaya anti-pencucian uang perusahaan. Pemerintah federal juga meminta Binance menyerahkan catatan komunikasi pegawai, termasuk yang melibatkan CZ.

    Binance juga menghadapi kasus pelanggaran aturan bursa. Otoritas bursa AS (SEC) menuding Binance mengoperasikan “upaya menghindari regulasi sekuritas federal.”



    Artikel Selanjutnya


    Binance Dikeroyok, Usai Dihabisi AS Kini Giliran Brasil

    (dem/dem)


    Techno for life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.