Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Taktik Xi Jinping Bobol Blokir Joe Biden, Jenius!
    Insight News

    Taktik Xi Jinping Bobol Blokir Joe Biden, Jenius!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 November 2023Updated:15 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pemerintahan Joe Biden mengeluarkan kebijakan tegas yang melarang ekspor komponen dan alat manufaktur canggih pembuat chip ke China.

    Laporan Reuters menyebutkan, perusahaan China ternyata bisa mengakali aturan tersebut dan membeli alat pembuat chip dari AS.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dalam aturan pembatasan ekspor yang dikeluarkan pemerintahan Biden pada Oktober 2022, perusahaan chip China tak bisa membeli alat manufaktur chip AS untuk membuat chip dengan arsitektur 14nm atau lebih canggih.

    Embel-embel ’14 nanometer’ inilah yang dijadikan celah oleh perusahaan China. Begitu menurut dokumen 741 halaman yang dirilis Komisi Pengkajian Ekonomi dan Keamanan AS-China.

    “Pengimpor seringkali membeli alat chip dengan klaim untuk memproduksi chip model lawas. Pengawasan yang tak ketat membuat otoritas susah memverifikasi apakah alat yang dibeli tak digunakan oleh perusahaan China untuk memproduksi chip canggih,” tertera pada laporan itu, dikutip dari Reuters, Rabu (15/11/2023).

    Laporan ini dikeluarkan usai raksasa China, Huawei, merilis Mate 60 Pro yang dilengkapi chip canggih 7 nanometer dan mendukung jaringan 5G.

    Chip Huawei itu diproduksi dengan bantuan raksasa semikonduktor SMIC. Sebagai informasi, Huawei dan SMIC telah masuk daftar hitam AS sejak 2019 dan 2020.

    Otoritas China mengatakan SMIC mampu membuat chip canggih dengan alat yang telah dimiliki sebelum aturan Joe Biden berlaku pada Oktober 2022.

    AS juga meminta negara sekutu, Belanda dan Jepang, untuk turut melayangkan pembatasan ekspor ke China pada Juli dan September 2023.

    Menurut dokumen, dari Januari hingga Agustus 2023, China mengimpor mesin manufaktur chip dari Belanda senilai US$ 3,2 miliar. Angka itu naik 96,1% dari tahun sebelumnya.

    Secara total, China mengimpor alat menufaktur chip senilai US$ 13,8 miliar selama 8 bulan pertama di 2023.

    Artinya, China sudah lebih dulu memborong sumber daya yang dibutuhkan untuk produksi chip dalam jangka waktu panjang, sebelum AS melakukan pemblokiran total.

    Sembari mengembangkan chip dengan alat itu, China punya waktu untuk membuat alat manufaktur chip sendiri. Dengan taktik ini, China tak lagi tergantung pada AS di masa depan.



    Artikel Selanjutnya


    Final! Joe Biden Blokir Chip China Sampai ke Akar

    (fab/fab)


    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.