Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Google Rusia Dijual, Gara-Gara Tekanan Putin?
    Insight News

    Google Rusia Dijual, Gara-Gara Tekanan Putin?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 November 2023Updated:15 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Perusahaan induk Yandex di Belanda sedang mempertimbangkan untuk menjual seluruh asetnya di Rusia.

    Mereka berencana menjual semua asetnya, bukan hanya sekedar saham pengendali. Langkah ini dilakukan jelang penyelesaian kesepakatan antara dua pihak sebelum akhir tahun.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Yandex, yang sering disebut sebagai “Google-nya Rusia”, adalah salah satu dari sedikit perusahaan Rusia yang berpotensi menjadi bisnis global, sebelum Moskow memulai perang dengan Ukraina pada Februari 2022.

    Yandex mendominasi sektor taksi dan periklanan online di Rusia. Layanan ride-hailing-nya beroperasi di 8 negara Afrika dan perusahaan tersebut telah menguji mobil self-driving di Israel dan Amerika Serikat.

    Di bawah tekanan untuk memenuhi tuntutan Kremlin atas konten, Yandex menjual agregator berita dan sumber daya online lainnya kepada saingannya, VK, yang dikontrol negara pada akhir tahun 2022.

    Kontrol tersebut dilakukan dalam upaya untuk mendepolitisasi bisnisnya. Kemudian, mereka mulai mengerjakan restrukturisasi perusahaan.

    Dengan pertemuan dewan di Dubai yang dijadwalkan pada akhir November, pihak-pihak yang terlibat berharap untuk mencapai kesepakatan di bulan Desember.

    Mengutip Reuters, kesepakatan apa pun pada akhirnya memerlukan persetujuan dari pemegang saham dan pemerintah Rusia. Yandex menolak berkomentar mengenai masalah ini.

    Rencana restrukturisasi perusahaan induk Yandex di Belanda, NV, bertujuan untuk mendapatkan kembali sebagian dana pemegang saham dengan penjualan bisnis utama Rusia yang menghasilkan pendapatan, seperti operasi pencarian dan pemesanan kendaraan.

    Perusahaan kemudian berencana untuk mengembangkan empat lini bisnis lainnya secara internasional.

    Yandex NV diperkirakan menjual 100% perusahaan induk yang didirikan di wilayah Kaliningrad Rusia, kata salah satu sumber kepada Reuters. Sumber yang lain mengatakan keluarnya Yandex NV sepenuhnya sangat mungkin terjadi, meskipun belum diputuskan.



    Artikel Selanjutnya


    Eks Google Ramai-Ramai Jadi ‘Mafia’ Startup, CEO Buka Suara

    (fab/fab)


    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.