Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kirim 5.000 Lamaran Pakai AI, Cuma Dipanggil 20 Wawancara
    Insight News

    Kirim 5.000 Lamaran Pakai AI, Cuma Dipanggil 20 Wawancara

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 November 2023Updated:15 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Seorang pengangguran mengirim 5.000 lamaran kerja hanya dengan sekali “klik” menggunakan perangkat kecerdasan buatan (AI). Hasilnya adalah panggilan wawancara dari 20 perusahaan.

    Sebuah laporan dari Wired menceritakan kisah Julian Joseph, insinyur perangkat lunak yang sedang menganggur.

    Joseph menggunakan perangkat AI yang bernama LazyApply untuk membuat dan mengirim 5.000 surat lamaran kerja lewat email hanya dengan sekali klik. Dari 5.000 lamaran yang terkirim, ia menerima panggilan wawancara dari 20 perusahaan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pada saat yang sama, Joseph juga mengirim sendiri ratusan surat lamaran. Hasilnya sama, yaitu panggilan wawancara dari 20 perusahaan.

    Artinya, ribuan surat lamaran yang dikirim Joseph memanfaatkan AI dan ratusan surat lamaran yang ia kirim sendiri, menghasilkan panggilan wawancara dengan jumlah yang sama.

    Namun, data tersebut menunjukkan tingkat keberhasilan AI jauh lebih kecil dibanding “cara manual.”

    “Fakta perangkat seperti ini tersedia, adalah tanda ada yang salah dalam proses [pencarian kerja]. Saya lihat ini sebagai mengambil alih kekuasaan yang selama ini dipegang oleh perusahaan,” kata Joseph kepada Wired, dikutip pada Rabu (15/11/2023).

    Kemudahan yang ditawarkan oleh LazyApply memang meringankan proses yang harus dilalui pelamar kerja. Namun, perangkat AI seperti LazyApply juga berpotensi membuat perusahaan kebanjiran surat lamaran.

    Lamaran dari orang kualifikasi yang pas berpotensi terkubur di bawah ribuan surat lamaran besutan AI.

    Namun, Futurism menyatakan kehadiran AI untuk pelamar wajar karena perusahaan saat ini juga makin mengandalkan perangkat otomatis, termasuk AI untuk menyaring lamaran yang masuk. 

    Artinya, perusahaan menggunakan AI untuk menyaring lamaran hasil karya AI.

    Pengalaman Joseph menunjukkan AI belum mampu memberikan nilai tambah dalam proses pencarian kerja.

    Joseph memang menerima dua panggilan wawancara yang menarik, yaitu dari Apple dan dari Gedung Putih. Permasalahannya, kesempatan wawancara tersebut bukan hasil dari ribuan lamaran karya AI yang ia kirim. Keduanya didapatkan dari kenalannya, bukan AI.



    Artikel Selanjutnya


    Benarkah Teknologi AI Bikin Siswa Malas? Simak Penjelasannya

    (dem/dem)


    Mind your business Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.