Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Amerika Sebut Anti Israel Pro Palestina, TikTok Buka Suara
    Insight News

    Amerika Sebut Anti Israel Pro Palestina, TikTok Buka Suara

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 November 2023Updated:15 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – TikTok menjadi salah satu perusahaan yang dikecam dan dinilai bias dalam menanggapi konflik antara kelompok Hamas dan Israel.

    Pejabat pemerintahan Amerika Serikat (AS) sempat berencana memblokir total aplikasi TikTok karena banyak menyiarkan konten pro Palestina.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Senator Josh Hawley dalam surat terbuka mengatakan bahwa konten-konten yang mengkritik Israel akan memunculkan propaganda di kalangan masyarakat AS.

    Beberapa politisi AS menyalahkan TikTok karena banyak anak muda yang mendukung Palestina. Mereka menuduh TikTok telah menyebarluaskan konten yang menjelek-jelekkan Israel.

    Diketahui, serangan bombardir Israel yang bertubi-tubi di Gaza telah menyebabkan hampir 12.000 warga Palestina tewas. PM Israel Benjamin Netanyahu masih menolak seruan dunia untuk melakukan gencatan senjata.

    Di tengah aksi kejam tersebut, raksasa internet asal AS seperti Meta (Facebook, Instagram, WhatsApp) dan Google juga dinilai bias dan berpihak ke Israel.

    Salah satunya, WhatsApp dilaporkan menunjukkan emoji bocah bawa senjata di stiker yang menggambarkan ‘Palestina’. Sementara untuk ‘Pasukan Israel’, tak ada gambar senjata dan terlihat anggota militer yang tersenyum.

    Menanggapi tuduhan AS, manajemen TikTok buka suara. Menurut perusahaan, algoritma TikTok tak pernah berpihak pada salah satu kepentingan.

    “Rekomendasi algoritma kami tak berpihak dan memiliki pengukuran yang adil untuk mencegah manipulasi,” kata TikTok, dikutip dari TechCrunch, Rabu (15/11/2023).

    “Konten yang dilihat orang-orang di TikTok dikumpulkan oleh komunitas pengguna kami. Rekomendasi berdasarkan konten yang sebelumnya menarik bagi mereka,” perusahaan menambahkan.

    Al Jazeera melaporkan, dalam 30 hari yang berakhir pada 8 November lalu, ada 6.000 post terkait konflik di Timur Tengah. 55 juta views merujuk ke tagar #standwithisrael dan 37 juta views merujuk ke tagar #standwithpalestine.

    Sebanyak 177.000 post menghimpun view dengan tagar #freepalestine.

    “Perlu dimengerti bahwa semua hashtag yang ada di platform kami dibuat oleh pengguna, bukan TikTok,” kata perwakilan TikTok.



    Artikel Selanjutnya


    Konflik Hamas-Israel Panas, TikTok Sebut Teroris

    (fab/fab)


    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.