Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Asteroid Bakal Tabrak Bumi, Ilmuwan Ini Tawarkan Solusi Ini
    Insight News

    Asteroid Bakal Tabrak Bumi, Ilmuwan Ini Tawarkan Solusi Ini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 Oktober 2021Updated:18 Oktober 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Menghentikan dampak asteroid menjadi tantangan terbesar bagi lembaga antariksa saat ini. Namun para ilmuwan dari Universitas California Santa Barbara (UCSB) punya solusi yakni: hancurkan.

    Hancurkan (pulverize) atau disingkat PI jadi rencana dalam makalah teknis setebal 131 halaman yang dimasukkan ke jurnal akademik Advances in Space Research. Ide itu menggunakan penetrator kinetik hypervelocity untuk menghancurkan asteroid.

    Rencana itu pada dasarnya soal ‘mengiris dan memotongnya untuk menghindari dampak bencana’, dikutip dari laman Jerusalem Post, Senin (18/10/2021).

    Ide itu mencegah benturan, dikenal sebagai disrupsi. Namun sebagian besar ilmuwan menolaknya sebab puing-puing asteroid setelah dihancurkan masih memiliki dampak dan menghujani planet lalu menjadi bencana besar.

    Satu metode yang memungkinkan adalah penggunaan defleksi, artinya meluncurkan sesuatu untuk sedikit mengubah jalur asteroid. Ini akan dilakukan melalui misi dari NASA bernama Double Astroid Redirection Test (DART) yang meluncur November mendatang. Namun DART memiliki kekurangan yakni menghabiskan banyak waktu dan sumber daya yang dikembangkan.

    Selain itu ada ide lain diusulkan pada Juli 2021 oleh perusahaan Airbus. Yakni dengan menggunakan kembali satelit TV untuk membelokkan asteroid. Kembali terdapat kekurangan membelokkan asteroid saat jaraknya cukup jauh dari Bumi. Secara hipotesis berarti lebih dari enam bulan lagi.

    Sementara itu pendekatan berbeda ditemukan tim peneliti lain yakni menghancurkan asteroidnya, dengan nuklir secara hipotesis. Penelitian dari Universitas John Hopkins mengklaim 99% dari puing tidak akan berdampak pada Bumi.

    Sementara itu penelitian dari UCSB tidak menggunakan rudal nuklir tapi dengan penetrator kinetik. Ini akan mengirimkan penetrator, yang beberapa di antaranya diisi bahan peledak, langsung ke inti asteroid.

    Cara itu akan memecah obyek antariksa menjadi fragmen kecil. Diameter asteroid setelah dihancurkan di bawah 15 meter.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.