Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bukti Raksasa China Tak Peduli Bumi Mau Kiamat
    Insight News

    Bukti Raksasa China Tak Peduli Bumi Mau Kiamat

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 November 2023Updated:10 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Greenpeace, organisasi kampanye lingkungan hidup, mengkritik enam e-commerce besar yang ada di China.

    Lembaga tersebut menilai para e-commerce tidak melakukan upaya yang cukup untuk mengarahkan konsumen agar menerapkan konsep gaya hidup berkelanjutan alias sustainable. 


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Ada kemajuan yang jelas bagi beberapa perusahaan ini sejak terakhir kali kami melakukan analisis formal,” kata Tang Damin, manajer proyek Greenpeace di Beijing, dikutip dari Reuters, Jumat (10/11/2023).

    “Tetapi secara keseluruhan, raksasa e-commerce China masih belum optimal untuk menerapkan konsep sustainability,” imbuhnya.

    Dalam laporan yang menilai rekor lingkungan hidup enam raksasa e-commerce China, Greenpeace mengatakan platform belanja online Pinduoduo memiliki kinerja terburuk. Perusahaan itu bahkan tidak membuat kemajuan apa pun dalam perlindungan iklim dan lingkungan.

    Pinduoduo mendapat nilai negatif dalam daftar Greenpeace setelah gagal menyusun strategi mengenai isu-isu seperti perubahan iklim, limbah, bahan kimia berbahaya, dan keanekaragaman hayati.

    Perusahaan tidak segera menanggapi permintaan komentar.

    Pinduoduo juga merupakan satu-satunya perusahaan di antara enam perusahaan yang dinilai belum menerapkan langkah-langkah pelarangan perdagangan tanaman dan hewan ilegal.

    Laporan tersebut juga mengatakan bahwa meskipun operator aplikasi video Kuaishou dan Douyin telah mengambil tindakan, produk terlarang masih tersedia di platform mereka hingga akhir Agustus. Baik Kuaishou maupun pemilik Douyin, Bytedance, tidak menanggapi permintaan komentar.

    Greenpeace mengatakan Alibaba adalah yang berkinerja terbaik, dan merupakan satu-satunya dari enam perusahaan yang memiliki strategi untuk merespons perubahan iklim melalui pelibatan dan pemberdayaan pengguna dan bisnis di platformnya.



    Artikel Selanjutnya


    Waktu Manusia Tinggal 10 Tahun, Tanda Kiamat Bertebaran

    (fab/fab)


    Hitech for better life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.