Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Internet Satelit Makin Ramai, Nasib BTS Gimana?
    Insight News

    Internet Satelit Makin Ramai, Nasib BTS Gimana?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 November 2023Updated:9 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Mulai banyak perusahaan yang masuk ke pasar internet berbasis satelit. Mulai dari Elon Musk dengan Starlink, Project Kuiper dari Amazon dan Oneweb yang berada di orbit rendah Bumi (LEO).

    Director & Chief Business Officer IOH Muhammad Buldansyah menjelaskan internet satelit ini baik untuk wilayah kepulauan seperti Indonesia. Dengan begitu, bisa menjangkau daerah-daerah yang sulit terkoneksi internet.

    “Jadi sebetulnya bagus sih untuk Indonesia negara kepulauan banyak sekali pulau sulit dijangkau untuk infrastruktur biasa. Kemudian daerah kayak di lautan terus monitoring di kapal itu semua butuh konektivitas,” kata Danny di Jakarta, Rabu (8/11/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dia mengatakan satelit bisa jadi salah satu opsi untuk daerah yang belum terjangkau teknologi fiber optik maupun microwave. Pilihan lainnya adalah dengan satelit model lama VSAT, namun harganya masih lebih lama.

    Sementara untuk antena, penggunaan satelit lama lebih murah. Satelit LEO lebih mahal karena antena di Bumi harus mengikuti pergerakan satelit yang ada di orbit.

    “Kalau LEO antena relatif mahal, karena antenanya bergerak, ngambil satelit berikutnya,” jelas dia.

    Saat ditanya apakah teknologi ini bisa menggantikan Base Transceiver Station (BTS), dia mengatakan tidak. Karena sejauh ini belum ada lagi telefon satelit yang telah diizinkan untuk mobile.

    Satelit juga dinilai masih lebih mahal dari segi ekonomi. Termasuk dari beberapa hal lainnya masih belum bisa menggantikan teknologi lainnya.

    “Kalau secara yang ada sekarang, mau bagaimana pun nomor satu secara ekonomis masih lebih mahal pakai satelit. Kedua memang dari sisi kapasitas, kualitas, belum bisa menggantikan yang ada,” ujar Danny.



    Artikel Selanjutnya


    Buka-bukaan Menkominfo Soal Prospek & PR Ekonomi Digital RI

    (npb/npb)


    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.