Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Facebook dan Instagram Siapkan Larangan Buat Capres-Cawapres
    Insight News

    Facebook dan Instagram Siapkan Larangan Buat Capres-Cawapres

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 November 2023Updated:7 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Perusahaan pemilik Facebook, Meta, melarang iklan politik menggunakan produk kecerdasan buatan (AI) generatif. Tujuannya adalah mencegah peredaran konten sesat selama masa pemilu.

    Selain Facebook, Meta adalah perusahaan induk dari WhatsApp dan Instagram. Meta sebelumnya tidak memiliki larangan khusus soal AI. Namun, penggunaan konten hasil rekayasa AI harus tunduk ke aturan Meta soal larangan konten iklan yang sudah dinyatakan merupakan konten bohong.

    Meta dalam beberapa pekan terakhir mulai menyediakan akses ke teknologi AI milik mereka ke pengiklan digital. Teknologi ini, antara lain, bisa menciptakan latar belakang secara otomatis untuk iklan. Pengiklan juga bisa memodifikasi gambar dan membuat banyak variasi dari sebuah iklan hanya dengan mengetik perintah teks.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Rencananya, perangkat AI untuk iklan Meta meluncur untuk pengguna di seluruh dunia pada 2024.

    Menurut Reuters, aturan tegas Meta adalah kebijakan yang paling signifikan sejak kemunculan ChatGPT membuat perusahaan teknologi global berlomba mengembangkan teknologi AI masing-masing.

    Tidak seperti Meta, Google tidak menetapkan larangan penggunaan AI untuk iklan politik. Perusahaan iklan digital terbesar dunia tersebut memilih menggunakan sistem pemblokiran penggunaan “kata kunci politik” dalam perintah AI. 

    Google juga berencana menerbitkan kebijakan yang mengharuskan iklan politik mengungkapkan penggunaan “konten sintesis yang tidak otentik tetapi menggambarkan peristiwa atau orang dengan tampilan realistis.”

    Dua perusahaan teknologi global lainnya, Snap dan TikTok melarang total iklan politik di platform mereka. Sementara itu, Twitter X yang dimiliki Elon Musk belum menawarkan perangkat AI untuk pengguna.

    Salah satu petinggi Meta, Nick Clegg, sempat mengingatkan bahaya AI dalam musim pemilu. Ia meminta perusahaan teknologi dan pemerintah bersiap untuk penggunaan AI untuk mengobrak-abrik pemilu, terutama dalam bentuk konten yang dibagikan dari satu media sosial ke media sosial lainnya.

    Clegg sebelumnya juga menyatakan kepada Reuters bahwa Meta akan memblokir penggunaan Meta AI untuk menciptakan gambar realistis menyerupai foto yang menggambarkan tokoh publik.



    Artikel Selanjutnya


    Video: Kecerdasan Buatan di Pusaran Politik RI

    (dem/dem)


    Insight for you Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.