Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kementerian Pertahanan Kena Hack, RI Darurat Siber
    Insight News

    Kementerian Pertahanan Kena Hack, RI Darurat Siber

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa3 November 2023Updated:4 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sudah beberapa kali kejadian dugaan peretasan dan penjualan data sensitif milik pemerintah atau lembaga di Indonesia. Terakhir situs Kementerian Pertahanan diduga diretas dan sejumlah datanya juga dijual.

    Ditanya soal hal tersebut, Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSREC, Pratama Persadha mengakui pertahanan siber Indonesia sangat lemah. Para hacker mudah menemukan celah keamanan untuk membobol sistem lembaga pemerintahan Indonesia.

    “Sebenarnya ini yang bisa tahu Kementerian Pertahanan sendiri. Dari pengamatan saya, beberapa peretasan yang terjadi di lembaga pemerintah kita memang kenyataannya pertahanan siber sangat lemah sekali,” jelas Pratama, dalam Profit CNBC Indonesia, Jumat (3/11/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Menurutnya, pemilik sistem kadang merasa semua sudah berjalan dengan baik dan diakses dengan baik. Mereka tidak memperhatikan adanya kelemahan dalam sistem tersebut.

    Keamanan siber padahal terus berproses. Pemilik website harusnya selalu memonitor sistem setiap harinya.

    “Ini yang terkadang tidak disadari. Banyak admin-admin lembaga pemerintah terlena merasa sistemnya baik-baik saja dan bisa berjalan dengan baik. Ternyata tidak diperhatikan kelemahan di dalam sistem,” kata Pratama.

    Dalam kesempatan itu, Pratama mengatakan para hacker terus menggunakan teknologi yang canggih untuk melakukan kejahatannya. Bahkan dia menyebutkan peretas telah menggunakan Artificial Intelligence (AI).

    “Mereka dilengkapi dengan kecanggihan teknologi sehingga bisa melakukan metode peretasan sehingga mereka bisa dengan presisi masuk ke dalam sistem yg dimiliki,” ungkapnya.

    Penggunaan teknologi canggih harusnya jadi perhatian lebih seluruh pihak. Mengingat teknologi seperti AI bisa terus melakukan proses yang diinginkan terus menerus dan akan mengalahkan manusia.

    Pratama mengingatkan seluruh pihak juga harus melawan kecanggihan tersebut. Yakni harus menggunakan pula sistem canggih dalam platform yang dimiliki.

    “Ini harus kita perhatikan mulai berpikir kita harus menggunakan sistem yang cukup canggih untuk melawan para peretas ini,” jelas dia.


    Artikel Selanjutnya


    Akun DPR RI Dibanjiri Judi Online, YouTube Buka Suara


    High Technology Hitech for better life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.