Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»HP China Kompak Tinggalkan Android, Nasib Google Bagaimana?
    Insight News

    HP China Kompak Tinggalkan Android, Nasib Google Bagaimana?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 November 2023Updated:2 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Produsen smartphone asal China pelan-pelan mulai meninggalkan Android.

    Seperti halnya Xiaomi dan Huawei yang saat ini sedang mengembangkan sistem operasi mereka sendiri. Keduanya berupaya mengintegrasikan berbagai portofolio produk, mulai dari ponsel hingga peralatan rumah tanggan pintar, di bawah satu sistem operasi.

    Xiaomi baru-baru ini meluncurkan HyperOS yang menggantikan peran MiUI. Sistem operasi tersebut memang masih bergantung pada Android milik Google.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kendati demikian, HyperOS bisa dibilang sudah lebih mandiri. Sistem operasi ini merupakan bentuk ‘fusion’ dari Android dan platform Internet of Things (IoT) milik Xiaomi yang dinamai Vela.

    Dengan HyperOS, pengguna bisa menikmati pengalaman yang lebih mulus dan menyatu saat menggunakan smartphone, smartwatch, dan smart TV. Inisiatif ini bertujuan menyederhanakan kehidupan pengguna saat menjajal berbagai produk Xiaomi.

    HyperOS sejauh ini belum ‘membangkang’ ke Android, tetapi masih menjalin hubungan simbiotik, dikutip dari Gizmochina, Rabu (1/11/2023).

    Namun, tak menutup kemungkinan ke depannya Xiaomi makin ambisius untuk menjadi mandiri, mengikuti langkah Huawei.

    Apalagi, hubungan geopolitik China dan AS yang memanas berimbas besar pada industri teknologi. Pemerintahan Joe Biden baru-baru ini membuat aturan pemblokiran total untuk akses chip AS ke China.

    HarmonyOS milik Huawei sudah benar-benar mandiri dan lepas dari ekosistem Google, setelah Huawei dikenai sanksi keras oleh Amerika Serikat (AS).

    Meski mengalami jalan terjal untuk mempromosikan HarmonyOS tanpa dukungan Android, Huawei bangkit setelah merilis Mate 60 Pro yang laris manis di pasaran. Saat ini, lebih dari 700 juta perangkat sudah berjalan dengan HarmonyOS.

    Tak mudah memang mengalahkan dominasi Android. Saat ini, pangsa pasar sistem operasi mobile masih dikuasai Android sebesar 70%. Bahkan, iOS milik Apple masih mengambil porsi yang sangat kecil.

    Xiaomi pelan-pelan unjuk gigi dengan HyperOS, sembari masih mengoptimalkan dukungan Android. Sementara itu, Huawei punya fokus yang jelas untuk memperluas adopsi HarmonyOS.


    Artikel Selanjutnya


    HP China Curi Data Pengguna & Dikirim ke Tiongkok, Benarkah?

    (dem)


    Hitech for better life Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.