Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ikut Joe Biden, Kanada Blokir Teknologi China dan Rusia
    Insight News

    Ikut Joe Biden, Kanada Blokir Teknologi China dan Rusia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 November 2023Updated:1 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Aksi saling blokir teknologi antara Amerika Serikat (AS) dan China kini meluas. Kanada ikut kebijakan pemerintahan Joe Biden, dengan memblokir aplikasi pesan singkat WeChat yang berasal dari China.

    Tak cuma itu, Kanada juga memblokir layanan antivirus asal Rusia, Kapersky. Pemblokiran ini tak berlaku secara nasional, melainkan hanya pada perangkat yang digunakan pegawai pemerintahan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dikutip dari Reuters, Rabu (1/11/2023), pemblokiran ke layanan asal China dan Rusia dilakukan demi menjaga keamanan dan privasi di Kanada.

    “WeChat dan aplikasi yang dibuat Kapersky menunjukkan risiko privasi dan keamanan yang tak bisa ditolerir,” kata Dewan Keuangan Kanada yang mengawasi administrasi publik, dalam sebuah pernyataan.

    Hingga kini, pemerintah Kanada menegaskan belum informasi pemerintah yang dicuri dan disalahgunakan oleh kedua aplikasi tersebut.

    Menanggapi hal tersebut, Kementerian Luar Negeri China menuduh pemerintah Kanada memberlakukan pemblokiran tanpa menyertakan bukti nyata soal isu keamanan dan privasi.

    Pemerintah China mengatakan pelarangan aplikasi WeChat merupakan bentuk penyalahgunaan kekuasaan nasional yang tak beralasan untuk menekan China.

    “Kami berharap Kanada akan membuang prasangka ideologis, mematuhi prinsip-prinsip ekonomi pasar dan menyediakan lingkungan bisnis yang adil dan tidak diskriminatif bagi perusahaan-perusahaan China,” kata juru bicara Wang Wenbin dalam konferensi pers.

    Sementara itu, Kapersky mengatakan kecewa dengan keputusan pemerintah Kanada. Menurut layanan tersebut, pemblokiran dilakukan secara mendadak tanpa ada peringatan terlebih dahulu.

    “Tak ada bukti atau proses yang membenarkan tindakan ini. Kami menilai tindakan tersebut merupakan respons terhadap iklim geopolitik, bukan berasal dari evaluasi komprehensif terhadap integritas produk dan layanan Kaspersky,” tertulis dalam pernyataan resmi Kapersky.

    WeChat tak segera buka suara ketika diminta konfirmasi.

    Dewan Keuangan Kanada mengaku belum menemukan bukti ada data pemerintah yang disalahgunakan. Namun, praktik pengumpulan data yang dilakukan WeChat dan Kapersky dituduh memiliki risiko berbahaya.

    “Keputusan untuk menghapus dan memblokir aplikasi WeChat dan Kaspersky dibuat untuk memastikan jaringan dan data pemerintah Kanada tetap aman dan terlindungi, serta sejalan dengan pendekatan mitra internasional kami,” kata perwakilan Dewan Keuangan Kanada.



    Artikel Selanjutnya


    Blokir Joe Biden Makin Ketat, China Tak Bisa Main Belakang

    (fab/fab)


    Hitech for better life Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.