Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ramalan ‘Gila’ Soal Masa Depan Manusia Menurut Pakar AI
    Insight News

    Ramalan ‘Gila’ Soal Masa Depan Manusia Menurut Pakar AI

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa31 Oktober 2023Updated:31 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pencipta ChatGPT mengungkap bahwa manusia akan menyatu dan bergabung menjadi bagian dari teknologi kecerdasan buatan (AI) di masa depan. Opsi itu mau tak mau dipilih untuk bersaing dengan mesin canggih yang super cerdas.

    Kepala ilmuwan OpenAI, perusahaan induk ChatGPT, Ilya Sutskever mengatakan, kebangkitan AI di masa depan dapat mendorong orang untuk bergabung dengan teknologi itu agar tak ketinggalan zaman.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Setelah Anda mengatasi tantangan AI, lalu apa? Apakah masih ada ruang bagi manusia di dunia dengan AI yang lebih cerdas?,” katanya, dikutip dari Insider, Selasa (31/10/2023).

    “Satu kemungkinan, sesuatu yang mungkin gila menurut standar saat ini, namun tidak terlalu gila menurut standar masa depan, adalah banyak orang akan memilih untuk bergabung menjadi bagian dari AI,” tambahnya.

    Sutskever saat ini sedang mengerjakan proyek “superalignment” OpenAI, yang bertujuan untuk membangun brankas yang akan mencegah AI super cerdas menjadi jahat.

    Namun, dia juga memikirkan bagaimana umat manusia dapat mengimbangi AI yang jauh lebih cerdas dari otak manusia. Ia juga menyarankan supaya augmentasi manusia dapat memberikan jawabannya.

    “Pada awalnya, hanya orang yang paling berani dan suka berpetualang yang akan mencoba melakukannya,” jelasnya.

    Sutskever sendiri merasa dia tidak yakin apakah dia akan memilih untuk bergabung dengan AI, jika hal itu memang terjadi di masa depan.

    Namun demikian, Sutskever tak segamblang Elon Musk yang berspekulasi tentang penggabungan manusia dengan AI. Meskipun, masih belum jelas seperti apa mekanisme penggabungan manusia ke AI yang ia sebutkan.

    Di satu sisi, Musk yang punya perusahaan implan otak, Neuralink, mengatakan tujuan akhir dari perusahaan itu adalah untuk mencapai simbiosis dengan AI. Manusia dikatakan akan bergabung dengan AI agar mereka tidak “tertinggal” oleh mesin super cerdas.

    Namun, Neuralink masih jauh dari tujuan tersebut. Saat ini mereka menghadapi kontroversi atas klaim bahwa monyet yang ditanamkan chip otak perusahaan mengalami kematian yang mengerikan dan menyakitkan.


    Artikel Selanjutnya


    Sudah Jadi Orang Terkaya, Elon Musk Buka Perusahaan Lagi

    (fab/fab)


    Insight for you Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.