Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Alasan NASA Kurangi Misi Astronaut Perempuan di Luar Angkasa
    Insight News

    Alasan NASA Kurangi Misi Astronaut Perempuan di Luar Angkasa

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa30 Oktober 2023Updated:30 Oktober 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – NASA membatasi waktu yang boleh dihabiskan oleh astronaut di luar angkasa. Ternyata, astronaut pria boleh menghabiskan waktu di luar atmosfer Bumi jauh lebih lama dari astronaut perempuan.

    Alasan NASA membatasi lama misi astronaut adalah radiasi. Di Bumi, manusia terlindung dari bombardir radiasi oleh atmosfer. Di luar angkasa, radiasi berbentuk gelombang energi tinggi yang mampu menghantam elektron dari tubuh manusia, lalu lalang tak karuan.

    Jika tubuh manusia kehilangan elektron karena paparan radiasi ion dalam jangka waktu lama, risiko kanker dan penyakit lainnya makin tinggi.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Oleh karena itu, astronaut yang bertugas di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) berhadapan dengan ancaman paparan radiasi yang tinggi. Makin lama waktu yang dihabiskan astronaut di luar perlindungan atmosfer Bumi, makin tinggi juga risiko mereka terkena kanker.

    Batas lama tugas astronaut yang berlaku saat ini, ditetapkan NASA pada 1989, yaitu 3 persen dari risiko kematian kanker dalam seumur hidup. Batas ini ditentukan oleh usia dan jenis kelamin.

    Batas radiasi paling rendah adalah 189 mSv, yang berlaku bagi perempuan berusia 30 tahun. Batas paling tinggi adalah 700 mSv yaitu untuk pria berusia 60 tahun.

    Julian Preston, pejabat di Badan Lingkungan Hidup AS (EPA), menjelaskan alasan batas radiasi astronaut pria jauh lebih tinggi dari astronaut perempuan.

    Menurutnya, alasan perbedaan batas radiasi maksimal adalah perempuan memiliki risiko dua kali lebih besar terkena kanker paru-paru dibanding perempuan jika terpapar radiasi pada level yang sama.

    “Secara umum, berdasarkan orang yang selamat dari dampak ledakan bom atom di Jepang, perempuan lebih sensitif terhadap radiasi yang terionisasi,” katanya seperti dikutip Live Science.

    Konsekuensi dari perbedaan batas tersebut adalah karier astronaut perempuan lebih pendek daripada astronout pria. Contohnya, Peggy Whitson, yang pada 2018 menempati posisi kepala korps astronaut NASA, harus pensiun di usia 57 tahun karena telah menyentuh batas radiasi.

    Perbedaan batas karier astronaut diperkirakan berubah dalam waktu dekat. Pada 2021, NASA telah membentuk panel ahli untuk mengubah batas radasio 600 mSv untuk semua usia dan semua gender.

    Batas 600 mSv tersebut setara dengan paparan radiasi selama 4 hingga 6 bulan di ISS. Sebagai perbandingan, setiap tahun manusia di permukaan Bumi terpapar radiasi sebesar 3,6 mSv. Di ISS, paparan radiasi per tahun mencapai 300 mSv. 

    “Ini berarti perempuan [astronaut] bisa punya karier yang lebih panjang,” kata Preston.

    Namun, penetapan perubahan batas yang setara juga harus melalui pertimbangan etika.

    “Agar setara, [wanita] bisa terpapar [radiasi] lebih tinggi dari yang sekarang ditetapkan. Kami berdiskusi panjang soal permasalahan etika. Ini pertanyaan antara menyeimbangkan dampak paparan radiasi yang sedikit lebih tinggi dengan persamaan peluang dalam karier,” kata Preston.

    Selain itu, NASA juga akan menetapkan perbedaan perlakuan untuk misi yang lebih panjang, contohnya perjalanan ke Mars yang diperkirakan mencapai paparan radiasi 900 mSv. Level tersebut masih lebih rendah dari batas 1.000 mSv yang ditetapkan oleh Eropa, Kanada, dan Rusia untuk astronaut asal negara mereka.



    Artikel Selanjutnya


    4 Fakta Jepang Siap-siap Buang Air Nuklir Fukushima ke Laut

    (dem/dem)


    Insight for you Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.